Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

badge-check


					Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja Perbesar

Panel pemerintah Jepang menyatakan bahwa operator media sosial perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam melindungi pengguna anak dan remaja, termasuk dengan menerapkan verifikasi usia yang lebih ketat serta membatasi beberapa fitur tertentu.

Namun, panel tersebut menilai bahwa larangan total penggunaan media sosial berdasarkan usia, seperti yang diterapkan di beberapa negara lain, belum tentu menjadi solusi yang tepat untuk Jepang.

Pernyataan tersebut tertuang dalam rancangan laporan yang disusun oleh panel Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

Laporan itu berisi berbagai langkah yang bertujuan melindungi pengguna media sosial yang masih di bawah umur sekaligus mengurangi ketergantungan anak dan remaja terhadap platform digital, yang dinilai dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka.

Pembahasan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan smartphone dan media sosial yang memunculkan berbagai kekhawatiran, termasuk dampak negatif terhadap kesehatan serta keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas kriminal.

Meski demikian, panel pemerintah tidak mendukung penerapan larangan penggunaan media sosial berdasarkan usia secara menyeluruh. Menurut mereka, media sosial juga memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan modern.

Saat ini, upaya perlindungan terhadap anak dan remaja di Jepang sebagian besar masih terbatas pada layanan penyaringan konten (filtering) yang disediakan operator seluler untuk memblokir situs berbahaya, serta pengawasan dari orang tua di rumah.

Sejak tahun lalu, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi telah membahas kemungkinan memperluas tanggung jawab perusahaan media sosial dan pengembang sistem operasi smartphone dalam melindungi pengguna muda.

Sementara itu, Badan Anak dan Keluarga Jepang akan menentukan langkah-langkah yang lebih rinci, termasuk apakah diperlukan revisi undang-undang, setelah laporan final yang dijadwalkan selesai pada musim panas tahun ini diserahkan.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News