Menu

Dark Mode
Patlabor Akhirnya Punya Game 3D Baru, Rilis September 2026 untuk PS5 dan PC Trailer Baru Kingdom Hearts IV Tampilkan Dunia Coco, Dipastikan Rilis Akhir 2027 Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi

News

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

badge-check


					Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja Perbesar

Panel pemerintah Jepang menyatakan bahwa operator media sosial perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam melindungi pengguna anak dan remaja, termasuk dengan menerapkan verifikasi usia yang lebih ketat serta membatasi beberapa fitur tertentu.

Namun, panel tersebut menilai bahwa larangan total penggunaan media sosial berdasarkan usia, seperti yang diterapkan di beberapa negara lain, belum tentu menjadi solusi yang tepat untuk Jepang.

Pernyataan tersebut tertuang dalam rancangan laporan yang disusun oleh panel Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

Laporan itu berisi berbagai langkah yang bertujuan melindungi pengguna media sosial yang masih di bawah umur sekaligus mengurangi ketergantungan anak dan remaja terhadap platform digital, yang dinilai dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka.

Pembahasan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan smartphone dan media sosial yang memunculkan berbagai kekhawatiran, termasuk dampak negatif terhadap kesehatan serta keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas kriminal.

Meski demikian, panel pemerintah tidak mendukung penerapan larangan penggunaan media sosial berdasarkan usia secara menyeluruh. Menurut mereka, media sosial juga memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan modern.

Saat ini, upaya perlindungan terhadap anak dan remaja di Jepang sebagian besar masih terbatas pada layanan penyaringan konten (filtering) yang disediakan operator seluler untuk memblokir situs berbahaya, serta pengawasan dari orang tua di rumah.

Sejak tahun lalu, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi telah membahas kemungkinan memperluas tanggung jawab perusahaan media sosial dan pengembang sistem operasi smartphone dalam melindungi pengguna muda.

Sementara itu, Badan Anak dan Keluarga Jepang akan menentukan langkah-langkah yang lebih rinci, termasuk apakah diperlukan revisi undang-undang, setelah laporan final yang dijadwalkan selesai pada musim panas tahun ini diserahkan.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara

15 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News