Topan Jangmi mendarat di bagian selatan Prefektur Wakayama, Jepang barat, pada Rabu pagi setelah membawa hujan deras ke wilayah pesisir Pasifik di Jepang bagian barat dan barat daya.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), topan tersebut menjadi topan keenam musim ini.
JMA mengeluarkan peringatan bahaya banjir Level 5, tingkat tertinggi, untuk Sungai Koza yang berada di ujung selatan Prefektur Wakayama. Warga di sekitar wilayah tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan secara maksimal karena sungai itu telah mulai meluap.
Sebelumnya, badan cuaca Jepang juga mengumumkan terbentuknya fenomena senjou kousuitai atau “linear rainband” di wilayah selatan Wakayama. Fenomena ini menandakan terjadinya hujan sangat lebat yang dapat berlangsung dalam waktu lama di area yang relatif sempit.
Sesaat sebelum mendarat sekitar pukul 04.30 pagi, Topan Jangmi berada di dekat Kota Tanabe dan bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam.
Topan tersebut membawa angin dengan kecepatan maksimum hingga 126 kilometer per jam.
JMA memperkirakan Jangmi akan terus bergerak ke arah timur di sepanjang pesisir Pasifik Jepang dan memperingatkan masyarakat akan potensi hujan lebat serta berbagai bencana yang dipicu oleh curah hujan tinggi.
Dalam periode 24 jam hingga pukul 06.00 pagi Kamis, curah hujan diperkirakan dapat mencapai 200 milimeter di wilayah Tokai serta Kanto-Koshin.
Sementara itu, wilayah Tohoku diperkirakan menerima curah hujan hingga 120 milimeter dalam periode yang sama.
Badan meteorologi juga memperingatkan bahwa jika fenomena linear rainband kembali terbentuk, jumlah curah hujan di wilayah terdampak dapat meningkat lebih tinggi lagi.
Sebelum mencapai Wakayama, Topan Jangmi sempat melintasi dekat Pulau Kyushu dan Shikoku.
Pada saat itu, JMA mengeluarkan peringatan bahaya banjir Level 4 untuk sejumlah sungai di Prefektur Miyazaki dan Tokushima, serta meminta seluruh warga yang berada di daerah berisiko untuk segera melakukan evakuasi.
Sc : mainichi








