Tiga bank terbesar Jepang, yaitu MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan Mizuho Bank, mengumumkan rencana untuk menerbitkan stablecoin bersama pada tahun fiskal ini yang berakhir Maret mendatang.
Stablecoin tersebut akan digunakan dalam transaksi investasi seperti saham dan reksa dana (investment trust) di sejumlah perusahaan sekuritas yang telah ditunjuk.
Ketiga bank juga sepakat membentuk sebuah dewan khusus untuk menyusun aturan tata kelola dan operasional stablecoin tersebut. Mata uang digital ini diperkirakan akan dipatok pada nilai yen Jepang.
Pada tahap awal, stablecoin akan digunakan di lima lembaga keuangan, termasuk Nomura Securities dan Daiwa Securities yang telah menjalankan uji coba sejak Februari lalu.
Stablecoin merupakan aset kripto yang nilainya dikaitkan dengan aset nyata seperti mata uang resmi negara. Karena nilainya relatif stabil, stablecoin dianggap lebih aman dibandingkan aset kripto yang fluktuatif seperti Bitcoin.
Proyek ini sebenarnya telah memasuki tahap uji coba sejak November 2025 dan didukung oleh Financial Services Agency (FSA) Jepang.
Meski demikian, ketiga bank tersebut belum menentukan bank kustodian yang akan menerbitkan stablecoin maupun perusahaan penyedia sistem platformnya.
Menurut sumber industri keuangan, penggunaan stablecoin memungkinkan transfer dana lintas negara dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan transfer perbankan konvensional, sekaligus menekan biaya transaksi.
Saat ini, salah satu pelopor stablecoin di Jepang adalah JPYC Inc.. Perusahaan pembayaran digital yang berbasis di Tokyo itu telah mencatat total penerbitan stablecoin melebihi 3 miliar yen hingga akhir Mei.
Sc : KN








