Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

badge-check


					Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030 Perbesar

Pemerintah Jepang berencana sepenuhnya mendigitalisasi sistem bea cukai (customs) di bandara pada tahun 2030 guna mempercepat proses kedatangan penumpang di tengah terus meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke negara tersebut.

Saat ini, semua orang yang masuk ke Jepang, termasuk warga negara Jepang sendiri, wajib mengisi deklarasi bea cukai. Dahulu formulir tersebut dibagikan dalam bentuk kertas di dalam pesawat sebelum diserahkan saat tiba di bandara.

Sejak tahun 2021, pemerintah telah memperkenalkan versi digital melalui layanan Visit Japan Web, yang memungkinkan penumpang mengisi berbagai prosedur imigrasi dan bea cukai secara online sebelum tiba di Jepang.

Di bawah rencana baru, pemerintah ingin menghapus sepenuhnya penggunaan formulir kertas dan mewajibkan seluruh deklarasi dilakukan secara digital mulai tahun 2030.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya terbaru Ministry of Finance Japan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat keamanan sistem kepabeanan Jepang.

Sebelumnya Jepang telah menjalankan program “Smart Customs Initiative 2020”. Namun karena jumlah wisatawan meningkat drastis, perdagangan elektronik berkembang pesat, dan isu keamanan ekonomi semakin penting, pemerintah merasa perlu menyusun visi baru untuk sistem bea cukai masa depan.

Selain digitalisasi penuh, rencana tersebut juga mencakup pembangunan pusat inspeksi kargo di bandara-bandara utama untuk menangani meningkatnya volume pengiriman barang melalui jalur udara.

Pemerintah juga berencana memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mutakhir lainnya guna memperkuat keamanan siber di pintu masuk negara serta menciptakan sistem pemeriksaan yang tetap efektif meskipun menghadapi keterbatasan jumlah petugas.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan bahwa pemerintah ingin menciptakan arus pergerakan orang dan barang yang lebih cepat demi mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat pengawasan perbatasan agar tetap aman dan terjamin.

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang pada tahun 2025 tercatat menembus angka 40 juta orang untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pemerintah kini menargetkan angka tersebut meningkat hingga 60 juta wisatawan pada tahun 2030.

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana berkunjung ke Jepang di masa depan, penggunaan Visit Japan Web kemungkinan akan menjadi satu-satunya cara untuk mengurus deklarasi bea cukai saat masuk ke Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News