Menu

Dark Mode
Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

News

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

badge-check


					Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030 Perbesar

Pemerintah Jepang berencana sepenuhnya mendigitalisasi sistem bea cukai (customs) di bandara pada tahun 2030 guna mempercepat proses kedatangan penumpang di tengah terus meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke negara tersebut.

Saat ini, semua orang yang masuk ke Jepang, termasuk warga negara Jepang sendiri, wajib mengisi deklarasi bea cukai. Dahulu formulir tersebut dibagikan dalam bentuk kertas di dalam pesawat sebelum diserahkan saat tiba di bandara.

Sejak tahun 2021, pemerintah telah memperkenalkan versi digital melalui layanan Visit Japan Web, yang memungkinkan penumpang mengisi berbagai prosedur imigrasi dan bea cukai secara online sebelum tiba di Jepang.

Di bawah rencana baru, pemerintah ingin menghapus sepenuhnya penggunaan formulir kertas dan mewajibkan seluruh deklarasi dilakukan secara digital mulai tahun 2030.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya terbaru Ministry of Finance Japan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat keamanan sistem kepabeanan Jepang.

Sebelumnya Jepang telah menjalankan program “Smart Customs Initiative 2020”. Namun karena jumlah wisatawan meningkat drastis, perdagangan elektronik berkembang pesat, dan isu keamanan ekonomi semakin penting, pemerintah merasa perlu menyusun visi baru untuk sistem bea cukai masa depan.

Selain digitalisasi penuh, rencana tersebut juga mencakup pembangunan pusat inspeksi kargo di bandara-bandara utama untuk menangani meningkatnya volume pengiriman barang melalui jalur udara.

Pemerintah juga berencana memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mutakhir lainnya guna memperkuat keamanan siber di pintu masuk negara serta menciptakan sistem pemeriksaan yang tetap efektif meskipun menghadapi keterbatasan jumlah petugas.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan bahwa pemerintah ingin menciptakan arus pergerakan orang dan barang yang lebih cepat demi mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat pengawasan perbatasan agar tetap aman dan terjamin.

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang pada tahun 2025 tercatat menembus angka 40 juta orang untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pemerintah kini menargetkan angka tersebut meningkat hingga 60 juta wisatawan pada tahun 2030.

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana berkunjung ke Jepang di masa depan, penggunaan Visit Japan Web kemungkinan akan menjadi satu-satunya cara untuk mengurus deklarasi bea cukai saat masuk ke Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara

15 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News