Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

badge-check


					Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030 Perbesar

Pemerintah Jepang berencana sepenuhnya mendigitalisasi sistem bea cukai (customs) di bandara pada tahun 2030 guna mempercepat proses kedatangan penumpang di tengah terus meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke negara tersebut.

Saat ini, semua orang yang masuk ke Jepang, termasuk warga negara Jepang sendiri, wajib mengisi deklarasi bea cukai. Dahulu formulir tersebut dibagikan dalam bentuk kertas di dalam pesawat sebelum diserahkan saat tiba di bandara.

Sejak tahun 2021, pemerintah telah memperkenalkan versi digital melalui layanan Visit Japan Web, yang memungkinkan penumpang mengisi berbagai prosedur imigrasi dan bea cukai secara online sebelum tiba di Jepang.

Di bawah rencana baru, pemerintah ingin menghapus sepenuhnya penggunaan formulir kertas dan mewajibkan seluruh deklarasi dilakukan secara digital mulai tahun 2030.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya terbaru Ministry of Finance Japan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat keamanan sistem kepabeanan Jepang.

Sebelumnya Jepang telah menjalankan program “Smart Customs Initiative 2020”. Namun karena jumlah wisatawan meningkat drastis, perdagangan elektronik berkembang pesat, dan isu keamanan ekonomi semakin penting, pemerintah merasa perlu menyusun visi baru untuk sistem bea cukai masa depan.

Selain digitalisasi penuh, rencana tersebut juga mencakup pembangunan pusat inspeksi kargo di bandara-bandara utama untuk menangani meningkatnya volume pengiriman barang melalui jalur udara.

Pemerintah juga berencana memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mutakhir lainnya guna memperkuat keamanan siber di pintu masuk negara serta menciptakan sistem pemeriksaan yang tetap efektif meskipun menghadapi keterbatasan jumlah petugas.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan bahwa pemerintah ingin menciptakan arus pergerakan orang dan barang yang lebih cepat demi mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat pengawasan perbatasan agar tetap aman dan terjamin.

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang pada tahun 2025 tercatat menembus angka 40 juta orang untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pemerintah kini menargetkan angka tersebut meningkat hingga 60 juta wisatawan pada tahun 2030.

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana berkunjung ke Jepang di masa depan, penggunaan Visit Japan Web kemungkinan akan menjadi satu-satunya cara untuk mengurus deklarasi bea cukai saat masuk ke Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News