Kebun binatang di Prefektur Chiba, Jepang, yang menjadi rumah bagi monyet viral bernama Punch, mengungkapkan bahwa seseorang baru-baru ini menyorotkan sinar laser ke arah kandang monyet tersebut dan kemudian mengunggah videonya ke internet.
Menurut pihak kebun binatang, insiden itu diduga terjadi sekitar satu minggu sebelum diumumkan kepada publik. Beruntung, tidak ada monyet yang mengalami cedera akibat kejadian tersebut.
Meski demikian, pihak kebun binatang memperingatkan bahwa tindakan seperti itu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan stres pada hewan dan dalam kasus terburuk bahkan berpotensi merusak penglihatan mereka hingga menyebabkan kebutaan.
“Ini sangat berbahaya. Kami akan mengambil tindakan tegas, termasuk langsung mengeluarkan pengunjung yang menggunakan laser pointer dari area kebun binatang,” ujar seorang petugas kebun binatang.
Punch sendiri sempat menjadi terkenal di Jepang maupun luar negeri setelah videonya viral. Monyet makaka tersebut menarik perhatian banyak orang karena sering terlihat memeluk boneka orangutan setelah ditinggalkan oleh induknya.
Popularitas Punch ternyata juga membawa masalah lain. Pada 17 Mei lalu, polisi Prefektur Chiba menangkap dua pria warga negara Amerika Serikat yang bersekongkol untuk masuk tanpa izin ke area kandang monyet di kebun binatang tersebut.
Keduanya kemudian dijatuhi denda masing-masing sebesar 300.000 yen pada awal Juni.
Sejak berbagai insiden yang melibatkan Punch terjadi, pihak kebun binatang telah memperketat langkah perlindungan terhadap hewan-hewan mereka, termasuk memperluas area pembatas agar pengunjung tidak bisa terlalu dekat dengan kandang.
Kasus ini kembali memicu perdebatan di Jepang mengenai perilaku sebagian pengunjung yang melakukan tindakan berbahaya demi mendapatkan konten viral di media sosial, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kesejahteraan hewan.








