Perusahaan taksi besar Jepang, Daiichi Koutsu Sangyo Co., mulai mengoperasikan taksi mini berbahan bakar gas pertama di negara itu setelah pemerintah mencabut seluruh pembatasan terhadap penggunaan kendaraan tersebut sebagai taksi pada bulan lalu.
Dua unit taksi mini mulai beroperasi pada Jumat di Kota Kitakyushu, Prefektur Fukuoka. Perusahaan menargetkan layanan ini akan diperluas ke 16 prefektur lainnya sekitar musim panas tahun ini.
Daiichi Koutsu berharap kendaraan berukuran kecil yang lebih mudah dikendarai ini dapat menarik lebih banyak pengemudi sekaligus mempermudah layanan transportasi bagi masyarakat, terutama untuk keperluan berbelanja dan pergi ke rumah sakit di daerah yang memiliki akses transportasi terbatas.
“Kami bisa menjemput pelanggan tepat di depan rumah mereka, bahkan di jalan-jalan sempit,” kata pengemudi taksi, Saori Yamamoto (42). Menurutnya, ukuran kendaraan yang ringkas membuat taksi lebih mudah bermanuver di jalan sempit.
Sebelumnya, taksi mini di Jepang hanya diizinkan untuk layanan kesejahteraan sosial atau menggunakan kendaraan listrik. Namun, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang mengeluarkan aturan baru pada 1 Juni yang mencabut pembatasan tersebut setelah adanya permintaan dari industri taksi yang tengah menghadapi kekurangan pengemudi.
Taksi mini ini pada dasarnya dapat mengangkut hingga tiga penumpang, dengan tarif yang sama seperti taksi reguler. Selain itu, kendaraan mini juga dinilai lebih menguntungkan bagi operator karena biaya pembelian dan perawatannya lebih rendah.
Presiden Daiichi Koutsu Sangyo, Ryoichiro Tanaka, mengatakan misi perusahaannya adalah menghilangkan daerah-daerah yang minim akses transportasi.
“Mobil mini kini sudah jauh lebih berkembang. Pelanggan dapat menggunakannya dengan nyaman tanpa merasa berbeda dengan taksi biasa,” ujarnya.










