Jepang, Inggris, Italia, dan Kanada resmi mengumumkan bahwa Kanada menjadi negara pertama yang bergabung sebagai pengamat (observer) dalam program Global Combat Air Program (GCAP), proyek pengembangan pesawat tempur generasi terbaru.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan para menteri pertahanan keempat negara di London.
Sebagai negara pengamat, Kanada belum ikut mengembangkan maupun mendanai proyek. Namun, status ini memberikan akses untuk mempelajari sistem pengelolaan program, teknologi yang dikembangkan, kerja sama industri, hingga peluang kolaborasi di masa depan.
Ketiga negara pendiri GCAP menilai keikutsertaan Kanada akan memperkuat kerja sama keamanan internasional dan menyelaraskan visi pengembangan pesawat tempur masa depan.
Ke depannya, Kanada berpeluang ikut memproduksi beberapa komponen pesawat, meski belum akan terlibat dalam pengembangan utamanya.
Jepang, Inggris, dan Italia juga berharap semakin banyak negara bergabung agar pasar ekspor pesawat tempur ini semakin luas sekaligus membantu menekan biaya pengembangannya.
Sejumlah negara lain yang dikabarkan tertarik dengan proyek GCAP antara lain Jerman, Australia, India, dan Arab Saudi.
Program GCAP sendiri dimulai pada akhir 2022 sebagai kerja sama Jepang, Inggris, dan Italia untuk mengembangkan pesawat tempur generasi berikutnya.
Hingga akhir 2027, kontrak pengembangan proyek ini telah mencapai lebih dari 1 triliun yen atau sekitar Rp110 triliun.
Sc : KN








