Menu

Dark Mode
Bencana Tanah Longsor di Prefektur Nagano, Kemlu RI : Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban Pokémon dan YOSHIKI Donasikan Ratusan Juta Yen untuk Korban Gempa Kumamoto WNI Berusia 20 Tahun Dikabarkan Hilang dari Kapal di Perairan Jepang, Diduga Jatuh ke Laut Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI Arc Baru Re Season 4 Mulai Tayang 12 Agustus

News

Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak

badge-check


					Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak Perbesar

Nagasaki, Jepang, memperingati 81 tahun pengeboman atom pada Minggu dengan seruan agar dunia tidak mengulangi tragedi penggunaan senjata nuklir.

Dalam Peace Declaration pada upacara peringatan di Nagasaki Peace Park, Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki memperingatkan meningkatnya risiko perang nuklir di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Suzuki menegaskan bahwa senjata nuklir bukan sekadar “kejahatan yang diperlukan”, tetapi merupakan “kejahatan mutlak” yang tidak dapat hidup berdampingan dengan umat manusia. Ia juga menyebut konsep nuclear deterrence atau pencegahan melalui kepemilikan senjata nuklir sebagai sesuatu yang sangat berbahaya dan rapuh.

Upacara berlangsung di dekat lokasi pusat ledakan pada pukul 11.02, waktu ketika bom atom yang diberi kode “Fat Man” dijatuhkan oleh pesawat pengebom Amerika Serikat dan meledak di atas Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Sekitar 3.700 orang, termasuk perwakilan dari 98 negara dan wilayah serta Uni Eropa, menghadiri upacara tersebut. Para peserta mengheningkan cipta untuk mengenang para korban.

Suzuki juga mengingatkan bahwa saat ini masih terdapat lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir di dunia. Menurutnya, konflik di Ukraina dan Timur Tengah menunjukkan bagaimana ketegangan antarnegara nuklir dapat meningkatkan risiko salah perhitungan dan eskalasi.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pidatonya kembali menegaskan bahwa Jepang mempertahankan tiga prinsip nonnuklir, yaitu tidak memproduksi, tidak memiliki, dan tidak mengizinkan senjata nuklir berada di wilayah Jepang.

Takaichi mengatakan Jepang akan terus mendorong upaya yang realistis dan praktis untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir, sekaligus menyebarkan pemahaman mengenai dampak nyata pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Bom atom di Nagasaki diyakini menewaskan sekitar 74.000 orang hingga akhir 1945, sementara banyak korban lainnya mengalami dampak radiasi dan penyakit yang berlangsung bertahun-tahun.

Seiring bertambahnya usia para hibakusha—korban selamat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki—upaya untuk mewariskan kesaksian mereka kepada generasi berikutnya menjadi semakin penting. Rata-rata usia para penyintas yang diakui secara resmi kini telah lebih dari 86 tahun.

Nagasaki merupakan kota terakhir di dunia yang mengalami serangan senjata nuklir. Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, enam hari setelah pengeboman Nagasaki, yang mengakhiri Perang Dunia II.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bencana Tanah Longsor di Prefektur Nagano, Kemlu RI : Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

11 August 2026 - 12:32 WIB

WNI Berusia 20 Tahun Dikabarkan Hilang dari Kapal di Perairan Jepang, Diduga Jatuh ke Laut

11 August 2026 - 11:30 WIB

Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI

8 August 2026 - 19:51 WIB

Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu

6 August 2026 - 13:13 WIB

Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang

6 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News