Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak

badge-check


					Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak Perbesar

Nagasaki, Jepang, memperingati 81 tahun pengeboman atom pada Minggu dengan seruan agar dunia tidak mengulangi tragedi penggunaan senjata nuklir.

Dalam Peace Declaration pada upacara peringatan di Nagasaki Peace Park, Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki memperingatkan meningkatnya risiko perang nuklir di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Suzuki menegaskan bahwa senjata nuklir bukan sekadar “kejahatan yang diperlukan”, tetapi merupakan “kejahatan mutlak” yang tidak dapat hidup berdampingan dengan umat manusia. Ia juga menyebut konsep nuclear deterrence atau pencegahan melalui kepemilikan senjata nuklir sebagai sesuatu yang sangat berbahaya dan rapuh.

Upacara berlangsung di dekat lokasi pusat ledakan pada pukul 11.02, waktu ketika bom atom yang diberi kode “Fat Man” dijatuhkan oleh pesawat pengebom Amerika Serikat dan meledak di atas Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Sekitar 3.700 orang, termasuk perwakilan dari 98 negara dan wilayah serta Uni Eropa, menghadiri upacara tersebut. Para peserta mengheningkan cipta untuk mengenang para korban.

Suzuki juga mengingatkan bahwa saat ini masih terdapat lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir di dunia. Menurutnya, konflik di Ukraina dan Timur Tengah menunjukkan bagaimana ketegangan antarnegara nuklir dapat meningkatkan risiko salah perhitungan dan eskalasi.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pidatonya kembali menegaskan bahwa Jepang mempertahankan tiga prinsip nonnuklir, yaitu tidak memproduksi, tidak memiliki, dan tidak mengizinkan senjata nuklir berada di wilayah Jepang.

Takaichi mengatakan Jepang akan terus mendorong upaya yang realistis dan praktis untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir, sekaligus menyebarkan pemahaman mengenai dampak nyata pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Bom atom di Nagasaki diyakini menewaskan sekitar 74.000 orang hingga akhir 1945, sementara banyak korban lainnya mengalami dampak radiasi dan penyakit yang berlangsung bertahun-tahun.

Seiring bertambahnya usia para hibakusha—korban selamat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki—upaya untuk mewariskan kesaksian mereka kepada generasi berikutnya menjadi semakin penting. Rata-rata usia para penyintas yang diakui secara resmi kini telah lebih dari 86 tahun.

Nagasaki merupakan kota terakhir di dunia yang mengalami serangan senjata nuklir. Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, enam hari setelah pengeboman Nagasaki, yang mengakhiri Perang Dunia II.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News