Menu ✖

Dark Mode
Asian Para Games 2026 Resmi Dibuka di Jepang, Diikuti 45 Negara dan Wilayah Jepang Berencana Buka Kembali Visa Pekerja Asing untuk Layanan Katering Rumah Sakit dan Panti Lansia ANA Luncurkan Pesawat Bertema Chiikawa, Terbang Perdana ke Nagasaki Pemerintah Jepang Akan Izinkan Sopir Taksi dan Bus Mengusir Penumpang yang Bersikap Kasar Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap atas Dugaan Pelecehan Seksual di Festival Jepang Jepang Siapkan Bantuan 30.000 Yen bagi 20 Juta Pekerja Berpenghasilan Rendah

News

Bank of Japan Tahan Suku Bunga, Fokus pada Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Politik dan Pemilu AS

badge-check


					Bank of Japan Tahan Suku Bunga, Fokus pada Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Politik dan Pemilu AS Perbesar

Bank of Japan (BOJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level sekitar 0,25 persen, sesuai ekspektasi, dalam pertemuan dua hari yang berakhir Kamis. Kebijakan ini hadir di tengah ketidakpastian politik Jepang setelah partai berkuasa kehilangan mayoritas dalam pemilihan umum baru-baru ini dan menjelang pemilihan presiden AS yang akan digelar pekan depan.

Dalam laporannya, BOJ menyatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan ekonomi global, khususnya ekonomi AS, serta pergerakan di pasar keuangan dan modal. BOJ juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika ekonomi dan harga sesuai harapan mereka.

Untuk inflasi, BOJ memperkirakan tingkat inflasi inti (tidak termasuk makanan segar) akan mencapai 2,5 persen untuk tahun fiskal yang berakhir Maret mendatang, sesuai proyeksi sebelumnya. Namun, proyeksi inflasi tahun fiskal 2025 turun menjadi 1,9 persen dari 2,1 persen, di bawah target stabilitas harga BOJ sebesar 2 persen, dipengaruhi oleh penurunan biaya sumber daya alam.

Keputusan BOJ juga dipengaruhi oleh kekalahan politik yang dialami Perdana Menteri Shigeru Ishiba dan Partai Demokrat Liberal bersama sekutunya, Komeito. Situasi politik yang kompleks ini diyakini dapat membuat Ishiba enggan mendukung perubahan signifikan dalam kebijakan BOJ yang sebelumnya mengedepankan pelonggaran moneter agresif.

BOJ juga menunggu hasil pemilihan presiden AS pada 5 November. Apapun hasilnya, pemerintahan baru AS diperkirakan akan meningkatkan belanja publik, yang bisa menaikkan inflasi di sana dan memperlambat laju pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve. Jika ini terjadi, yen Jepang berpotensi melemah terhadap dolar AS, menambah tekanan biaya impor yang sudah membebani rumah tangga Jepang.

Para analis memperkirakan kenaikan suku bunga selanjutnya dapat terjadi pada Desember atau Januari.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Asian Para Games 2026 Resmi Dibuka di Jepang, Diikuti 45 Negara dan Wilayah

20 October 2026 - 12:10 WIB

Jepang Berencana Buka Kembali Visa Pekerja Asing untuk Layanan Katering Rumah Sakit dan Panti Lansia

20 October 2026 - 10:10 WIB

ANA Luncurkan Pesawat Bertema Chiikawa, Terbang Perdana ke Nagasaki

19 October 2026 - 16:10 WIB

Pemerintah Jepang Akan Izinkan Sopir Taksi dan Bus Mengusir Penumpang yang Bersikap Kasar

19 October 2026 - 12:10 WIB

Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap atas Dugaan Pelecehan Seksual di Festival Jepang

19 October 2026 - 11:10 WIB

Trending on News