Menu ✖

Dark Mode
Manga Null-Meta Karya Kokamumo Mendapatkan Adaptasi Anime TV pada 2027 JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Teppay, Terintegrasi dengan Aplikasi Suica Kenshi Yonezu Gelar Konser Tur Dunia 2026-2027, Singapura Masuk Daftar Tujuan Survei: 30,2 Persen Perusahaan Besar di Jepang Pernah Mengalami Kebocoran Data Asian Para Games 2026 Resmi Dibuka di Jepang, Diikuti 45 Negara dan Wilayah Jepang Berencana Buka Kembali Visa Pekerja Asing untuk Layanan Katering Rumah Sakit dan Panti Lansia

News

Yamanashi Hentikan Rencana LRT ke Gunung Fuji, Pilih Tram Ban Karet untuk Jaga Lingkungan

badge-check


					Yamanashi Hentikan Rencana LRT ke Gunung Fuji, Pilih Tram Ban Karet untuk Jaga Lingkungan Perbesar

Pemerintah Prefektur Yamanashi mengumumkan pada Senin bahwa mereka membatalkan rencana pembangunan jalur kereta ringan (LRT) ke stasiun kelima Gunung Fuji karena kekhawatiran publik terkait dampak lingkungan. Sebagai gantinya, kini dipertimbangkan penggunaan tram berban karet yang lebih ramah lingkungan.

Gubernur Yamanashi, Kotaro Nagasaki, menyatakan bahwa tram ini akan menggunakan sensor untuk mengikuti garis putih atau penanda magnetik di jalan yang ada, sehingga tidak memerlukan jalur kereta baru. Tram bertenaga hidrogen ini dirancang mampu membawa hingga 120 penumpang dan memiliki dua gerbong. Untuk mendukung proyek ini, penggunaan mobil pribadi menuju stasiun kelima akan dibatasi.

Sebelumnya, rencana jalur kereta ringan dijanjikan oleh Nagasaki selama pemilihan gubernur 2019. Namun, bulan ini, sekitar 70.000 tanda tangan dari kelompok masyarakat diserahkan kepada gubernur, menolak rencana tersebut karena khawatir akan kerusakan lingkungan dan risiko longsoran salju.

Gunung Fuji, yang menjadi ikon Jepang dan Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, menarik banyak wisatawan domestik dan internasional setiap tahun. Namun, popularitasnya menimbulkan masalah seperti overtourism dan fenomena “bullet climbing,” di mana pendaki mencoba mencapai puncak untuk melihat matahari terbit tanpa istirahat.

Sebagai langkah baru, pendaki dari sisi Yamanashi dikenai biaya masuk sebesar 2.000 yen (sekitar Rp280.000) pada musim panas ini. Namun, sisi Shizuoka belum memberlakukan biaya serupa.

Dengan perubahan ini, Yamanashi berharap dapat mengatasi lonjakan wisatawan sekaligus menjaga keindahan alami Gunung Fuji untuk generasi mendatang.

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Teppay, Terintegrasi dengan Aplikasi Suica

21 October 2026 - 06:47 WIB

Survei: 30,2 Persen Perusahaan Besar di Jepang Pernah Mengalami Kebocoran Data

20 October 2026 - 13:10 WIB

Asian Para Games 2026 Resmi Dibuka di Jepang, Diikuti 45 Negara dan Wilayah

20 October 2026 - 12:10 WIB

Jepang Berencana Buka Kembali Visa Pekerja Asing untuk Layanan Katering Rumah Sakit dan Panti Lansia

20 October 2026 - 10:10 WIB

ANA Luncurkan Pesawat Bertema Chiikawa, Terbang Perdana ke Nagasaki

19 October 2026 - 16:10 WIB

Trending on News