Menu

Dark Mode
Onimusha: Way of the Sword Akan Rilis September, Demo Sudah Bisa Dicoba Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi Jumlah Mahasiswa Asing di Jepang Pecahkan Rekor, Lampaui Target Pemerintah Delapan Tahun Lebih Cepat

News

Dosen Paruh Waktu di Universitas Oberlin Tokyo Jepang Gelar Aksi Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Gaji

badge-check


					Dosen Paruh Waktu di Universitas Oberlin Tokyo Jepang Gelar Aksi Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Gaji Perbesar

Tiga dosen paruh waktu di Universitas J. F. Oberlin, yang terletak di kota Machida, Tokyo, melakukan aksi mogok kerja dan mempersingkat durasi kelas mereka pada 9 Desember 2024. Aksi ini dipicu oleh tidak terpenuhinya tuntutan mereka untuk kenaikan gaji pokok.

Menurut serikat pekerja institusi pendidikan yang mendukung aksi tersebut, mogok kerja oleh staf universitas untuk menuntut kenaikan gaji pokok merupakan hal yang jarang terjadi di Jepang. Ketiga dosen paruh waktu tersebut merupakan anggota cabang serikat pekerja “Obirin branch.”

Serikat pekerja menyebutkan bahwa gaji pokok untuk dosen paruh waktu di universitas tersebut belum mengalami kenaikan sejak 2006. Selain itu, durasi kelas yang diperpanjang dari 90 menit menjadi 100 menit pada tahun akademik 2019 hanya dibayar selama satu tahun, sehingga dianggap sebagai pemotongan gaji tidak langsung.

Para dosen paruh waktu ini meminta kenaikan gaji pokok sebesar 15%, namun mereka memutuskan untuk mogok setelah universitas tidak memberikan tanggapan yang memuaskan. Dalam aksi mereka, masing-masing dosen mempersingkat durasi kelas sebanyak 15 menit.

Mereka juga menggelar protes dengan membawa spanduk bertuliskan “Strike in Progress” di dekat kampus universitas.

Kazumi Tsuchida, perwakilan dari cabang serikat pekerja Obirin, menyatakan bahwa universitas memiliki surplus anggaran sebesar 400 juta yen (sekitar Rp 41 miliar) dalam neraca keuangan tahun akademik 2023. Ia menambahkan, “Tidak adil bagi universitas menolak kenaikan gaji dengan alasan harus menaikkan biaya kuliah atau alasan lainnya.”

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak universitas terkait aksi mogok ini. Aksi ini menjadi sorotan sebagai bentuk perlawanan terhadap stagnasi gaji dosen paruh waktu yang telah berlangsung selama hampir dua dekade.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

3 June 2026 - 16:10 WIB

WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen

3 June 2026 - 15:10 WIB

Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

3 June 2026 - 12:10 WIB

Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi

3 June 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Mahasiswa Asing di Jepang Pecahkan Rekor, Lampaui Target Pemerintah Delapan Tahun Lebih Cepat

2 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on News