Dua pria asal Vietnam resmi menjadi sopir bus asing pertama di wilayah Shikoku, Jepang, setelah mulai mengoperasikan rute reguler milik perusahaan Iyotetsu Bus di Prefektur Ehime pada akhir Juni.
Keduanya adalah Vo Van Hieu (43) dan Ho Van Quy (33). Mereka bergabung dengan perusahaan pada September 2025 melalui program visa Specified Skilled Worker (SSW) dan telah menyelesaikan berbagai pelatihan mengemudi serta layanan pelanggan sebelum mulai bertugas pada 25 Juni.
Pada 3 Juli, keduanya mengunjungi kantor Pemerintah Prefektur Ehime bersama jajaran Iyotetsu Group. Gubernur Ehime, Tokihiro Nakamura, memberikan semangat kepada mereka dan menyebut profesi sopir transportasi umum sebagai pekerjaan yang sangat penting bagi masyarakat.
Hieu mengaku merasa memiliki tanggung jawab besar sebagai pengemudi bus.
“Saya ingin memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi warga Ehime maupun wisatawan, serta menjadi sopir yang bisa dipercaya.”
Sementara itu, Quy mengatakan dirinya terus mempelajari aturan lalu lintas Jepang agar dapat menjaga keselamatan penumpang dengan baik.
Jepang Kekurangan Sopir Bus
Perekrutan sopir asing ini dilakukan karena Jepang sedang menghadapi krisis kekurangan pengemudi transportasi umum.
Menurut perkiraan Nihon Bus Association, Jepang diperkirakan akan kekurangan sekitar 36.000 sopir bus pada tahun 2030.
Iyotetsu Bus sendiri dalam beberapa tahun terakhir terpaksa mengurangi rute dan frekuensi perjalanan akibat berkurangnya jumlah sopir. Perusahaan bahkan telah menaikkan gaji pengemudi lebih dari 7 persen selama tiga tahun berturut-turut, namun jumlah pelamar masih belum mencukupi.
Presiden Iyotetsu Group, Ichiro Shimizu, mengatakan kehadiran dua sopir asal Vietnam tersebut sangat membantu perusahaan dalam mempertahankan layanan transportasi bagi masyarakat.
Dari Magang ke Sopir Bus
Sebelum menjadi sopir bus, Hieu dan Quy pernah datang ke Jepang sebagai peserta program magang teknis.
Keduanya kini sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang sehari-hari dan terus belajar sambil bekerja bersama rekan-rekan mereka di depot bus.
Quy mengaku sempat gugup saat pertama kali membawa bus penumpang.
“Tapi sekarang saya mulai terbiasa. Saya selalu berusaha berhenti di posisi yang memudahkan penumpang naik dan turun.”
Sementara Hieu berharap suatu hari nanti bisa dipercaya untuk mengemudikan bus antarkota dan bus pariwisata di Jepang.
Sc : mainichi







