Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

badge-check


					Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Perbesar

Distrik Arakawa di Tokyo mulai memasang kamera AI dengan teknologi pengenal wajah (facial recognition) di ruang publik untuk membantu menemukan anak-anak maupun lansia yang hilang.

Sebanyak 33 kamera AI dipasang sejak April di tiang listrik di sekitar Stasiun JR Nippori sebagai bagian dari uji coba sistem pencarian orang hilang.

Jika ada anak atau lansia, terutama penderita demensia, yang dilaporkan hilang, keluarga dapat menyerahkan foto kepada pemerintah distrik. AI kemudian akan memindai rekaman kamera dan mencari orang yang wajahnya paling mirip dengan foto tersebut.

Pemerintah Arakawa menyebut ini merupakan pertama kalinya pemerintah daerah di Jepang menggunakan kamera AI pengenal wajah di ruang publik untuk membantu pencarian orang hilang.

Setiap tahunnya, kantor polisi di Arakawa menerima sekitar 100 laporan anak dan lansia hilang. Sebelumnya, pencarian hanya dilakukan secara manual oleh polisi dan petugas pemerintah.

Rekaman kamera disimpan selama 7 hari dan hanya dapat diakses oleh sejumlah kecil petugas melalui komputer khusus di ruangan yang terkunci. Pemerintah distrik menegaskan data tersebut hanya digunakan untuk mencari orang hilang.

Meski begitu, penggunaan teknologi pengenal wajah ini memicu kekhawatiran soal privasi.

Uni Eropa sendiri telah membatasi penggunaan teknologi pengenal wajah secara real-time di ruang publik melalui AI Act, sementara di Jepang, foto wajah termasuk data pribadi yang penggunaannya harus memiliki tujuan yang jelas sesuai Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi.

Di Arakawa, papan pemberitahuan bahwa area tersebut menggunakan kamera AI memang telah dipasang. Namun, ukurannya dinilai kecil, sulit dibaca, dan hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Seorang mahasiswi yang melintas mengaku tidak mengetahui adanya penggunaan AI tersebut.

“Kalau memang bisa membantu menemukan orang hilang, menurut saya ini hal yang baik.”

Sementara seorang pria berusia 60-an tahun mengatakan dirinya tidak terlalu keberatan dengan kamera itu, tetapi khawatir jika teknologi tersebut berkembang terlalu jauh.

“Saya khawatir suatu saat nanti bisa mengarah ke masyarakat yang selalu diawasi.”

Wali Kota Arakawa, Gaku Takiguchi, menegaskan pemerintah akan mengoperasikan sistem tersebut dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi serta menjaga keseimbangan antara keamanan dan privasi warga.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News