Menu

Dark Mode
Manga “Bless” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV oleh A-1 Pictures, Tayang pada 2027 Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI Sake Pertama yang Difermentasi di Luar Angkasa Tiba di Jepang, Akan Dijual Rp11 Miliar per Botol Dua Warga Jepang Ditahan di Iran, Pemerintah Jepang Minta Pembebasan Segera Musim Sakura 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal, Tokyo Mulai Mekar 19 Maret Manga “Fungus and Iron” Karya Ayaka Katayama Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV

TRAVEL

Pendakian Gunung Fuji Kini Berbayar: Biaya Masuk 4.000 Yen Diberlakukan Mulai Musim Panas Ini

badge-check


					Pendakian Gunung Fuji Kini Berbayar: Biaya Masuk 4.000 Yen Diberlakukan Mulai Musim Panas Ini Perbesar

Mulai musim panas tahun ini, para pendaki yang ingin menaklukkan salah satu dari empat jalur utama Gunung Fuji akan dikenakan biaya masuk sebesar 4.000 yen (sekitar Rp420.000). Kebijakan ini disahkan pada Senin oleh otoritas lokal sebagai respons terhadap lonjakan wisatawan yang menyebabkan kekhawatiran akan kepadatan dan dampak lingkungan di gunung tertinggi Jepang tersebut.

Tahun lalu, Prefektur Yamanashi telah memperkenalkan biaya masuk 2.000 yen (sekitar Rp210.000) ditambah donasi opsional untuk Jalur Yoshida, jalur pendakian paling populer di Gunung Fuji. Selain itu, kuota harian dan sistem reservasi online juga diterapkan guna meningkatkan keselamatan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Untuk musim pendakian Juli-September tahun ini, biaya Jalur Yoshida akan naik dua kali lipat menjadi 4.000 yen (sekitar Rp420.000). Sementara itu, Prefektur Shizuoka juga mengesahkan undang-undang baru yang memberlakukan biaya serupa pada tiga jalur pendakiannya, yang sebelumnya gratis.

Berkat pembatasan baru ini, jumlah pendaki Gunung Fuji menurun menjadi 204.316 orang tahun lalu, dibandingkan dengan 221.322 pada tahun 2023, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.

Meskipun angka ini masih lebih rendah dibandingkan masa sebelum pandemi, pejabat Prefektur Shizuoka, Natsuko Sodeyama, menyatakan bahwa “200.000 pendaki dalam waktu dua bulan lebih tetap merupakan jumlah yang besar.” Oleh karena itu, pembatasan dianggap perlu demi keselamatan para pendaki.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden

3 March 2026 - 10:10 WIB

Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis

19 February 2026 - 19:10 WIB

Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur

18 February 2026 - 16:10 WIB

Cara Menentukan Jumlah Baju Ideal untuk Trip Jepang

3 February 2026 - 11:30 WIB

Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang

2 February 2026 - 08:00 WIB

Trending on TRAVEL