Menu

Dark Mode
Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

TRAVEL

Pendakian Gunung Fuji Kini Berbayar: Biaya Masuk 4.000 Yen Diberlakukan Mulai Musim Panas Ini

badge-check


					Pendakian Gunung Fuji Kini Berbayar: Biaya Masuk 4.000 Yen Diberlakukan Mulai Musim Panas Ini Perbesar

Mulai musim panas tahun ini, para pendaki yang ingin menaklukkan salah satu dari empat jalur utama Gunung Fuji akan dikenakan biaya masuk sebesar 4.000 yen (sekitar Rp420.000). Kebijakan ini disahkan pada Senin oleh otoritas lokal sebagai respons terhadap lonjakan wisatawan yang menyebabkan kekhawatiran akan kepadatan dan dampak lingkungan di gunung tertinggi Jepang tersebut.

Tahun lalu, Prefektur Yamanashi telah memperkenalkan biaya masuk 2.000 yen (sekitar Rp210.000) ditambah donasi opsional untuk Jalur Yoshida, jalur pendakian paling populer di Gunung Fuji. Selain itu, kuota harian dan sistem reservasi online juga diterapkan guna meningkatkan keselamatan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Untuk musim pendakian Juli-September tahun ini, biaya Jalur Yoshida akan naik dua kali lipat menjadi 4.000 yen (sekitar Rp420.000). Sementara itu, Prefektur Shizuoka juga mengesahkan undang-undang baru yang memberlakukan biaya serupa pada tiga jalur pendakiannya, yang sebelumnya gratis.

Berkat pembatasan baru ini, jumlah pendaki Gunung Fuji menurun menjadi 204.316 orang tahun lalu, dibandingkan dengan 221.322 pada tahun 2023, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.

Meskipun angka ini masih lebih rendah dibandingkan masa sebelum pandemi, pejabat Prefektur Shizuoka, Natsuko Sodeyama, menyatakan bahwa “200.000 pendaki dalam waktu dua bulan lebih tetap merupakan jumlah yang besar.” Oleh karena itu, pembatasan dianggap perlu demi keselamatan para pendaki.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokyo Disney Resort Resmi Naikkan Harga Tiket Mulai Oktober

14 July 2026 - 18:18 WIB

Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik

17 April 2026 - 10:10 WIB

Jepang Luncurkan Kereta Khusus Turis Asing Bisa Nikmati View Gunung Fuji Sepanjang Perjalanan

19 March 2026 - 13:19 WIB

Kesalahan Umum Saat Ganti Jalur Kereta di Jepang

12 March 2026 - 17:30 WIB

Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden

3 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on TRAVEL