Menu

Dark Mode
Serangan AS-Israel ke Iran Guncang Industri Pelayaran dan Penerbangan Jepang Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden Apartment Hotel Kian Menjamur di Jepang, Incar Turis Asing yang Menginap Lama Trailer Baru BEASTARS Final Season Part 2 Dirilis, Tayang 7 Maret di Netflix Pokémon Generasi ke-10 Diumumkan: Pokémon Winds & Pokémon Waves Rilis 2027 di Switch 2 PM Jepang Desak Iran Tempuh Jalur Diplomatik Usai Serangan AS–Israel

Culture

Ofuda & Omikuji: Jimat dan Ramalan yang Disimpan Diam-Diam di Jepang

badge-check


					Ofuda & Omikuji: Jimat dan Ramalan yang Disimpan Diam-Diam di Jepang Perbesar

Kuil-kuil di Jepang bukan cuma tempat berdoa, tapi juga tempat orang mencari perlindungan dan petunjuk lewat benda-benda spiritual seperti ofuda dan omikuji. Meski kecil, keduanya punya makna besar dalam kehidupan orang Jepang. Tapi kenapa banyak orang menyimpannya diam-diam?


🔖 Apa Itu Ofuda?

Ofuda (お札) adalah sejenis jimat yang dibeli di kuil Shinto. Biasanya terbuat dari kayu tipis atau kertas, bertuliskan nama dewa (kami) atau kuil, dan dipercaya membawa perlindungan dan keberuntungan untuk rumah tangga.

📌 Cara penggunaannya:


🧧 Lalu, Apa Itu Omikuji?

Omikuji (おみくじ) adalah kertas ramalan yang ditarik secara acak saat berkunjung ke kuil. Isinya bisa berupa:

  • Keberuntungan besar (daikichi)

  • Keberuntungan sedang (chūkichi)

  • Sial (kyō), dan sebagainya.

💡 Tradisinya:

  • Jika isinya bagus, biasanya dibawa pulang dan disimpan diam-diam sebagai penyemangat.

  • Jika jelek, diikatkan ke pohon atau tali khusus di kuil agar kesialannya “tertahan” di sana dan tak dibawa pulang.


🤫 Kenapa Disimpan Diam-Diam?

Baik ofuda maupun omikuji bersifat pribadi dan sakral. Orang Jepang jarang membicarakannya secara terbuka karena:

  • Mereka percaya keberuntungan bisa pudar jika terlalu diumbar.

  • Soal kepercayaan dianggap urusan pribadi, bukan untuk dipamerkan.

  • Ada nilai kesopanan dan rendah hati dalam menjaga keyakinan secara pribadi.


🛐 Simbol Tradisi yang Masih Hidup

Meski zaman makin modern, tradisi membeli ofuda dan menarik omikuji masih hidup di kalangan anak muda. Mereka tetap mengunjungi kuil saat tahun baru (hatsumōde), ujian sekolah, atau saat ingin meminta restu untuk percintaan dan karier.


Ofuda dan omikuji bukan sekadar benda, tapi simbol hubungan spiritual yang bersifat pribadi. Disimpan diam-diam bukan karena malu, tapi karena di balik diam itu, tersimpan harapan, doa, dan rasa hormat yang dalam terhadap hal-hal yang tak terlihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture