Menu

Dark Mode
Jepang Kebanjiran Pesanan “Robot Serigala” Pengusir Beruang Setelah Serangan Beruang Makin Parah Live-Action BLUE LOCK Tambah Deretan Pemain Baru, Visual 20 Karakter Resmi Dirilis Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS Kaisar Naruhito Kunjungi Belanda dan Belgia Juni Ini Game Baru Patlabor Akan Rilis Musim Panas Ini untuk PS5 dan PC Gara-Gara Krisis Minyak Timur Tengah, Perusahaan Cemilan Jepang Mulai Cetak Kemasan Hitam Putih

Bahasa Jepang

Jepang Desak AS Cabut Tarif Mobil 25 Persen Jelang Batas Waktu Perundingan

badge-check


					Jepang Desak AS Cabut Tarif Mobil 25 Persen Jelang Batas Waktu Perundingan Perbesar

Kepala negosiator Jepang, Ryosei Akazawa, berangkat ke Amerika Serikat pada Kamis (27/6) untuk putaran baru negosiasi tarif, dengan kembali menegaskan bahwa tarif tambahan 25 persen untuk mobil yang diberlakukan oleh Washington tidak dapat diterima.

Akazawa, yang menjabat sebagai Menteri Urusan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal, menyatakan bahwa dirinya masih berharap dapat meyakinkan Amerika Serikat untuk meninjau ulang kebijakan tarif tersebut, terutama karena masa penangguhan 90 hari terhadap sebagian tarif balasan (reciprocal tariffs) akan berakhir pada 9 Juli.

“Tarif mobil itu bukan sesuatu yang bisa kami terima,” kata Akazawa kepada wartawan di Bandara Haneda, Tokyo, sebelum terbang ke Washington. Tarif impor tersebut telah memberikan tekanan besar terhadap industri otomotif Jepang, salah satu sektor terbesar dalam perekonomian negara itu.

Putaran ketujuh negosiasi tingkat menteri kali ini diperkirakan akan kembali melibatkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, seperti putaran sebelumnya. Tarif mobil menjadi isu paling alot dalam negosiasi bilateral yang dimulai sejak April.

Kunjungan Akazawa kali ini merupakan yang pertama sejak Perdana Menteri Shigeru Ishiba gagal mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump dalam KTT mereka pada 16 Juni di Kanada. Kedua pemimpin setuju agar pembicaraan dilanjutkan di tingkat menteri.

Sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi defisit perdagangan dengan Jepang — yang menurut Trump disebabkan oleh “praktik perdagangan yang tidak adil” — pemerintahan AS menaikkan tarif mobil penumpang dari 2,5 persen menjadi 27,5 persen, serta meningkatkan tarif khusus sektor dan negara lainnya.

Dalam skema tarif balasan ini, ditambah dengan tarif dasar sebesar 10 persen untuk hampir semua barang impor, Jepang terkena tambahan tarif khusus negara sebesar 14 persen, sehingga total beban tarif mencapai 24 persen.

Untuk memfasilitasi negosiasi, Trump sebelumnya menangguhkan tarif di atas 10 persen selama 90 hari bagi 60 mitra dagang, termasuk Jepang. Masa tenggang tersebut akan segera berakhir, menambah tekanan pada perundingan pekan ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Karateka Indonesia Raih Prestasi di Turnamen Internasional Jepang

8 May 2026 - 10:05 WIB

Golden Week Dimulai, Stasiun hingga Bandara di Jepang Dipadati Wisatawan

4 May 2026 - 11:10 WIB

Sento Jepang Terancam Tutup, Harga Energi Naik Bikin Pemandian Tradisional Kian Terpuruk

27 April 2026 - 19:17 WIB

Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Harga Tembus 53.000 Yen

13 April 2026 - 10:10 WIB

Kata Jepang yang Dipakai Saat Menenangkan Orang

9 March 2026 - 18:00 WIB

Trending on Bahasa Jepang