Menu

Dark Mode
Shinjuku Tokyo Berencana Larang Airbnb di Kawasan Permukiman dan Dekat Sekolah Jepang Akan Gunakan ODA untuk Tingkatkan Pelabuhan Perikanan Indonesia Film Reboot Live-Action Resident Evil Rilis September, Tayang di Jepang Oktober JR East Hentikan Sejumlah Layanan Kereta akibat Hujan Lebat di Jepang Timur ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang House Foods Group Pertimbangkan Jual CoCo Ichibanya, Saham Melonjak 16%

Bahasa Jepang

Jepang Desak AS Cabut Tarif Mobil 25 Persen Jelang Batas Waktu Perundingan

badge-check


					Jepang Desak AS Cabut Tarif Mobil 25 Persen Jelang Batas Waktu Perundingan Perbesar

Kepala negosiator Jepang, Ryosei Akazawa, berangkat ke Amerika Serikat pada Kamis (27/6) untuk putaran baru negosiasi tarif, dengan kembali menegaskan bahwa tarif tambahan 25 persen untuk mobil yang diberlakukan oleh Washington tidak dapat diterima.

Akazawa, yang menjabat sebagai Menteri Urusan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal, menyatakan bahwa dirinya masih berharap dapat meyakinkan Amerika Serikat untuk meninjau ulang kebijakan tarif tersebut, terutama karena masa penangguhan 90 hari terhadap sebagian tarif balasan (reciprocal tariffs) akan berakhir pada 9 Juli.

“Tarif mobil itu bukan sesuatu yang bisa kami terima,” kata Akazawa kepada wartawan di Bandara Haneda, Tokyo, sebelum terbang ke Washington. Tarif impor tersebut telah memberikan tekanan besar terhadap industri otomotif Jepang, salah satu sektor terbesar dalam perekonomian negara itu.

Putaran ketujuh negosiasi tingkat menteri kali ini diperkirakan akan kembali melibatkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, seperti putaran sebelumnya. Tarif mobil menjadi isu paling alot dalam negosiasi bilateral yang dimulai sejak April.

Kunjungan Akazawa kali ini merupakan yang pertama sejak Perdana Menteri Shigeru Ishiba gagal mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump dalam KTT mereka pada 16 Juni di Kanada. Kedua pemimpin setuju agar pembicaraan dilanjutkan di tingkat menteri.

Sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi defisit perdagangan dengan Jepang — yang menurut Trump disebabkan oleh “praktik perdagangan yang tidak adil” — pemerintahan AS menaikkan tarif mobil penumpang dari 2,5 persen menjadi 27,5 persen, serta meningkatkan tarif khusus sektor dan negara lainnya.

Dalam skema tarif balasan ini, ditambah dengan tarif dasar sebesar 10 persen untuk hampir semua barang impor, Jepang terkena tambahan tarif khusus negara sebesar 14 persen, sehingga total beban tarif mencapai 24 persen.

Untuk memfasilitasi negosiasi, Trump sebelumnya menangguhkan tarif di atas 10 persen selama 90 hari bagi 60 mitra dagang, termasuk Jepang. Masa tenggang tersebut akan segera berakhir, menambah tekanan pada perundingan pekan ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Akan Gunakan ODA untuk Tingkatkan Pelabuhan Perikanan Indonesia

7 September 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Membentuk Panel Ahli untuk Tinjau Aturan Penerimaan Warga Asing

27 July 2026 - 19:32 WIB

Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang

16 July 2026 - 14:04 WIB

Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang

10 July 2026 - 14:38 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir

4 July 2026 - 09:11 WIB

Trending on Bahasa Jepang