Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Bahasa Jepang

Ungkapan Bahasa Jepang untuk Mengungkapkan Penyesalan yang Halus

badge-check


					Ungkapan Bahasa Jepang untuk Mengungkapkan Penyesalan yang Halus Perbesar

Bahasa Jepang dikenal dengan nuansa kesopanan dan kehalusannya, termasuk dalam menyampaikan rasa penyesalan. Berbeda dari kata “maaf” biasa seperti sumimasen atau gomen nasai, ungkapan penyesalan dalam bahasa Jepang bisa muncul dalam bentuk-bentuk halus yang menyiratkan perasaan bersalah atau menyesal tanpa terdengar langsung menyalahkan diri sendiri atau orang lain.

Berikut adalah beberapa ungkapan halus yang sering digunakan oleh orang Jepang saat ingin menyampaikan penyesalan dengan cara yang sopan dan elegan:


1. 申し訳ありません (Moushiwake arimasen)

Artinya: Saya benar-benar minta maaf / Tidak ada alasan yang bisa saya berikan.

Digunakan dalam situasi formal saat merasa sangat bersalah. Ini bukan hanya minta maaf, tapi juga menyiratkan penyesalan mendalam.
Contoh:
「このような結果になり、申し訳ありません。」
Kono you na kekka ni nari, moushiwake arimasen.
(Saya menyesal hasilnya menjadi seperti ini.)


2. 反省しています (Hansei shiteimasu)

Artinya: Saya sedang merenung / menyesal / mengevaluasi diri.

Biasa digunakan dalam situasi serius seperti kesalahan di tempat kerja atau sekolah.
Contoh:
「軽率な行動について、反省しています。」
Keisotsu na koudou ni tsuite, hansei shiteimasu.
(Saya menyesal atas tindakan saya yang gegabah.)


3. 残念です (Zannen desu)

Artinya: Sayang sekali / Sangat disayangkan.

Ungkapan ini bisa mengandung rasa kecewa dan penyesalan, tanpa menyalahkan secara langsung.
Contoh:
「間に合わなくて残念です。」
Maniawanakute zannen desu.
(Saya menyesal tidak bisa tepat waktu.)


4. 〜ばよかった (…ba yokatta)

Artinya: Andai saja saya… / Seandainya saya…

Bentuk gramatikal yang digunakan untuk menyatakan penyesalan terhadap keputusan atau tindakan di masa lalu.
Contoh:
「もっと早く出発すればよかった。」
Motto hayaku shuppatsu sureba yokatta.
(Andai saja saya berangkat lebih awal.)


5. 悔しい (Kuyashii)

Artinya: Menyesal dan kesal (pada diri sendiri atau keadaan).

Ungkapan emosional yang kuat, sering dipakai ketika seseorang merasa gagal atau kecewa atas sesuatu yang nyaris berhasil.
Contoh:
「最後で負けてしまって、悔しいです。」
Saigo de makete shimatte, kuyashii desu.
(Saya kalah di akhir dan sangat menyesal.)


6. 仕方がない (Shikata ga nai)

Artinya: Tidak bisa diapa-apakan lagi.

Ungkapan pasrah atau menerima keadaan dengan nada sedikit menyesal. Kadang digunakan untuk menghibur diri sendiri atau orang lain.
Contoh:
「もう終わってしまったことだから、仕方がないね。」
Mou owatte shimatta koto dakara, shikata ga nai ne.
(Itu sudah terjadi, jadi tidak bisa dihindari lagi.)


Penyesalan dalam bahasa Jepang bukan hanya soal mengatakan “maaf”. Banyak cara yang lebih halus dan kontekstual digunakan untuk mengungkapkan rasa bersalah, kecewa, atau refleksi diri, tergantung pada situasi dan hubungan dengan lawan bicara.

Dengan memahami nuansa ini, kamu tidak hanya terlihat lebih sopan, tapi juga lebih peka secara budaya saat berkomunikasi dalam bahasa Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bahasa Jepang untuk Dunia Kendaraan Bekas: Siap Belanja Mobil & Motor Second di Jepang!

22 November 2025 - 17:45 WIB

Bahasa Jepang Saat Membuka Rekening Bank di Jepang

21 November 2025 - 16:10 WIB

Bahasa Jepang Saat Mengikuti Event Idol & Handshake Event

20 November 2025 - 12:30 WIB

Ungkapan Jepang untuk Menyapa Tetangga

20 November 2025 - 06:16 WIB

Frasa Jepang untuk Minta Diskon atau Tawaran Promo

18 November 2025 - 13:30 WIB

Trending on Bahasa Jepang