Menu

Dark Mode
Turis Australia Tewas dalam Kecelakaan Lift Ski di Resor Nagano Jepang Takato Ishida Cetak Sejarah Jadi Gubernur Termuda Jepang di Usia 35 Tahun, Menang di Fukui Wacana Pemangkasan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Picu Dukungan dan Kekhawatiran Bandara Narita Izinkan Pekerja Asing Nyetir Kendaraan Kargo Tanpa Konversi SIM Jepang Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang

Teknologi

Jepang Izinkan Pembuatan Embrio Manusia dari Sel Punca untuk Riset, tapi Dilarang Ditanamkan

badge-check


					Jepang Izinkan Pembuatan Embrio Manusia dari Sel Punca untuk Riset, tapi Dilarang Ditanamkan Perbesar

Sebuah panel pemerintah Jepang pada Kamis menyetujui secara luas rencana untuk mengizinkan penciptaan embrio manusia menggunakan sel telur atau sperma yang berasal dari sel punca pluripoten seperti sel iPS, namun hanya untuk keperluan penelitian, seperti studi tentang infertilitas dan penyakit bawaan.

Dalam laporan yang disusun oleh panel ahli bioetika tersebut, disebutkan bahwa embrio ini hanya boleh dikembangkan maksimal selama 14 hari—sama seperti aturan penelitian embrio hasil pembuahan konvensional—dan dilarang keras untuk ditanamkan ke dalam rahim manusia maupun hewan.

Laporan ini menjadi dasar bagi pemerintah Jepang untuk mempertimbangkan revisi pedoman yang berlaku saat ini. Meski ditujukan untuk riset, langkah ini memicu perdebatan etis karena embrio yang ditanamkan berpotensi berkembang menjadi manusia utuh.

Penelitian diharapkan dapat mengungkap apakah sel telur dan sperma yang berasal dari sel punca seperti sel iPS (induced pluripotent stem cells) atau sel ES (embryonic stem cells) bisa berfungsi secara normal. Kedua jenis sel ini dapat berkembang menjadi tipe sel apa pun di tubuh manusia. Bedanya, sel iPS berasal dari sel tubuh dewasa seperti kulit, sedangkan sel ES diambil dari embrio tahap awal.

Hingga saat ini, belum ada kasus sukses pembuatan sperma atau sel telur manusia dari sel punca. Namun, penelitian sudah sampai pada tahap menghasilkan sel prekursor. Bahkan, pada hewan seperti tikus, sudah ada keturunan yang lahir dari sperma dan sel telur buatan ini. Panel ahli memperkirakan pencapaian serupa pada manusia tinggal menunggu waktu secara teknologi.

Laporan tersebut menekankan bahwa embrio hasil pembuahan dari sel telur atau sperma buatan harus diperlakukan sama dengan embrio biasa, karena secara teori bisa menghasilkan kelahiran jika ditanamkan. Oleh karena itu, jumlah embrio yang diciptakan harus dibatasi hanya sebatas yang diperlukan untuk studi ilmiah, termasuk untuk membandingkan dengan embrio konvensional.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak

22 January 2026 - 15:10 WIB

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

10 January 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Operasikan Kapal Feri Penumpang Pertama di Dunia dengan Teknologi Navigasi Otonom

12 December 2025 - 12:10 WIB

Jepang Siap Luncurkan Satelit Baru untuk Sempurnakan Sistem Navigasi Sendiri

11 December 2025 - 15:10 WIB

Isuzu Akan Uji Coba Truk Otonom untuk Angkut Suku Cadang di Jalan Umum

11 December 2025 - 11:10 WIB

Trending on Teknologi