Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Teknologi

Jepang Izinkan Pembuatan Embrio Manusia dari Sel Punca untuk Riset, tapi Dilarang Ditanamkan

badge-check


					Jepang Izinkan Pembuatan Embrio Manusia dari Sel Punca untuk Riset, tapi Dilarang Ditanamkan Perbesar

Sebuah panel pemerintah Jepang pada Kamis menyetujui secara luas rencana untuk mengizinkan penciptaan embrio manusia menggunakan sel telur atau sperma yang berasal dari sel punca pluripoten seperti sel iPS, namun hanya untuk keperluan penelitian, seperti studi tentang infertilitas dan penyakit bawaan.

Dalam laporan yang disusun oleh panel ahli bioetika tersebut, disebutkan bahwa embrio ini hanya boleh dikembangkan maksimal selama 14 hari—sama seperti aturan penelitian embrio hasil pembuahan konvensional—dan dilarang keras untuk ditanamkan ke dalam rahim manusia maupun hewan.

Laporan ini menjadi dasar bagi pemerintah Jepang untuk mempertimbangkan revisi pedoman yang berlaku saat ini. Meski ditujukan untuk riset, langkah ini memicu perdebatan etis karena embrio yang ditanamkan berpotensi berkembang menjadi manusia utuh.

Penelitian diharapkan dapat mengungkap apakah sel telur dan sperma yang berasal dari sel punca seperti sel iPS (induced pluripotent stem cells) atau sel ES (embryonic stem cells) bisa berfungsi secara normal. Kedua jenis sel ini dapat berkembang menjadi tipe sel apa pun di tubuh manusia. Bedanya, sel iPS berasal dari sel tubuh dewasa seperti kulit, sedangkan sel ES diambil dari embrio tahap awal.

Hingga saat ini, belum ada kasus sukses pembuatan sperma atau sel telur manusia dari sel punca. Namun, penelitian sudah sampai pada tahap menghasilkan sel prekursor. Bahkan, pada hewan seperti tikus, sudah ada keturunan yang lahir dari sperma dan sel telur buatan ini. Panel ahli memperkirakan pencapaian serupa pada manusia tinggal menunggu waktu secara teknologi.

Laporan tersebut menekankan bahwa embrio hasil pembuahan dari sel telur atau sperma buatan harus diperlakukan sama dengan embrio biasa, karena secara teori bisa menghasilkan kelahiran jika ditanamkan. Oleh karena itu, jumlah embrio yang diciptakan harus dibatasi hanya sebatas yang diperlukan untuk studi ilmiah, termasuk untuk membandingkan dengan embrio konvensional.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR Central Akan Uji Layanan AI Multibahasa untuk Turis di Stasiun Shinagawa Desember Mendatang

25 November 2025 - 14:10 WIB

Pemerintah Jepang Uji Coba Shuttle Self-Driving untuk Mobilitas Pejabat Pemerintahan

19 November 2025 - 15:10 WIB

Sony Luncurkan PS5 Versi Khusus Jepang dengan Harga Turun 25% untuk Bersaing dengan Nintendo Switch 2

13 November 2025 - 16:21 WIB

Otoritas Ungkap Penyebab Bus Tanpa Sopir di Tokyo Tabrak Pohon Akibat Kesalahan Sistem Navigasi

12 November 2025 - 11:10 WIB

Polisi Tokyo Manfaatkan AI dan Drone untuk Tangani Kasus Stalker dan Bencana

7 November 2025 - 17:10 WIB

Trending on Teknologi