Menu

Dark Mode
Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

Teknologi

Jepang Izinkan Pembuatan Embrio Manusia dari Sel Punca untuk Riset, tapi Dilarang Ditanamkan

badge-check


					Jepang Izinkan Pembuatan Embrio Manusia dari Sel Punca untuk Riset, tapi Dilarang Ditanamkan Perbesar

Sebuah panel pemerintah Jepang pada Kamis menyetujui secara luas rencana untuk mengizinkan penciptaan embrio manusia menggunakan sel telur atau sperma yang berasal dari sel punca pluripoten seperti sel iPS, namun hanya untuk keperluan penelitian, seperti studi tentang infertilitas dan penyakit bawaan.

Dalam laporan yang disusun oleh panel ahli bioetika tersebut, disebutkan bahwa embrio ini hanya boleh dikembangkan maksimal selama 14 hari—sama seperti aturan penelitian embrio hasil pembuahan konvensional—dan dilarang keras untuk ditanamkan ke dalam rahim manusia maupun hewan.

Laporan ini menjadi dasar bagi pemerintah Jepang untuk mempertimbangkan revisi pedoman yang berlaku saat ini. Meski ditujukan untuk riset, langkah ini memicu perdebatan etis karena embrio yang ditanamkan berpotensi berkembang menjadi manusia utuh.

Penelitian diharapkan dapat mengungkap apakah sel telur dan sperma yang berasal dari sel punca seperti sel iPS (induced pluripotent stem cells) atau sel ES (embryonic stem cells) bisa berfungsi secara normal. Kedua jenis sel ini dapat berkembang menjadi tipe sel apa pun di tubuh manusia. Bedanya, sel iPS berasal dari sel tubuh dewasa seperti kulit, sedangkan sel ES diambil dari embrio tahap awal.

Hingga saat ini, belum ada kasus sukses pembuatan sperma atau sel telur manusia dari sel punca. Namun, penelitian sudah sampai pada tahap menghasilkan sel prekursor. Bahkan, pada hewan seperti tikus, sudah ada keturunan yang lahir dari sperma dan sel telur buatan ini. Panel ahli memperkirakan pencapaian serupa pada manusia tinggal menunggu waktu secara teknologi.

Laporan tersebut menekankan bahwa embrio hasil pembuahan dari sel telur atau sperma buatan harus diperlakukan sama dengan embrio biasa, karena secara teori bisa menghasilkan kelahiran jika ditanamkan. Oleh karena itu, jumlah embrio yang diciptakan harus dibatasi hanya sebatas yang diperlukan untuk studi ilmiah, termasuk untuk membandingkan dengan embrio konvensional.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Koji Mukai Kembali ke Film Mr. Osomatsu, Kini Jadi “Mantan Osomatsu”

13 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi