Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Bocor! Data 100.000 Pelanggan dari 11 Situs E-Commerce Jepang Dicuri

badge-check


					Bocor! Data 100.000 Pelanggan dari 11 Situs E-Commerce Jepang Dicuri Perbesar

Setidaknya 100.000 informasi pribadi pelanggan, termasuk data kartu kredit, dilaporkan telah dicuri dari 11 situs e-commerce di Jepang, menurut sumber investigasi yang dilansir oleh Mainichi Shimbun.

Modus Serangan
Situs-situs yang berbasis di Tokyo ini diretas menggunakan program tak sah yang disisipkan oleh pelaku melalui formulir pemesanan online. Ketika operator situs memvalidasi input data, program tersebut aktif dan memungkinkan peretas mengakses situs dari jarak jauh. Akibatnya, data pelanggan yang mendaftar setelah manipulasi ini bocor ke tangan pelaku.

Korban Utama

  • Tully’s Coffee Japan Co. kehilangan data sekitar 90.000 pelanggan selama 3,5 tahun sejak Oktober 2020.
  • JF Zengyoren, federasi nasional koperasi perikanan, kehilangan data sekitar 20.000 pelanggan selama 3 tahun sejak April 2021.
  • Perusahaan lain juga mengalami kebocoran data yang terus meluas hingga puluhan ribu kasus.

Yang lebih mengkhawatirkan, pelanggan masih dapat berbelanja seperti biasa di situs-situs tersebut, sehingga operator situs tidak menyadari serangan ini untuk waktu yang cukup lama.

Kemungkinan Serangan Internasional
Dugaan mengarah pada kelompok kriminal internasional, karena pelaku menggunakan string karakter yang biasa dipakai di negara-negara tertentu. Polisi Metropolitan Tokyo bersama otoritas lainnya kini sedang melacak alamat IP dan sumber kebocoran data.

Peringatan Pakar Keamanan
Katsuyuki Okamoto, penasihat keamanan di Trend Micro Inc., menyatakan, “Situs-situs ini tampaknya memiliki ‘celah’ yang dimanfaatkan untuk peretasan jarak jauh. Pembaruan keamanan secara berkala sangat penting, termasuk memasang program yang dapat mendeteksi anomali sejak awal.”

Dengan insiden ini, perusahaan e-commerce di Jepang diharapkan lebih memperketat sistem keamanan mereka demi melindungi data pelanggan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped

21 February 2026 - 08:01 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News