Menu

Dark Mode
Netflix Rilis Video Baru Cosmic Princess Kaguya!, Tayang 22 Januari Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan Kebakaran Hutan Terjadi di Gunma, Pemerintah Minta Bantuan Pasukan Bela Diri Novel Isekai Full Clearing Another World under a Goddess with Zero Believers Dapat Adaptasi Anime TV Ungkapan Jepang Khas Chat & Internet yang Sering Dipakai Nōkanshi: Profesi Sunyi yang Menjaga Martabat di Akhir Hayat di Jepang

News

Bocor! Data 100.000 Pelanggan dari 11 Situs E-Commerce Jepang Dicuri

badge-check


					Bocor! Data 100.000 Pelanggan dari 11 Situs E-Commerce Jepang Dicuri Perbesar

Setidaknya 100.000 informasi pribadi pelanggan, termasuk data kartu kredit, dilaporkan telah dicuri dari 11 situs e-commerce di Jepang, menurut sumber investigasi yang dilansir oleh Mainichi Shimbun.

Modus Serangan
Situs-situs yang berbasis di Tokyo ini diretas menggunakan program tak sah yang disisipkan oleh pelaku melalui formulir pemesanan online. Ketika operator situs memvalidasi input data, program tersebut aktif dan memungkinkan peretas mengakses situs dari jarak jauh. Akibatnya, data pelanggan yang mendaftar setelah manipulasi ini bocor ke tangan pelaku.

Korban Utama

  • Tully’s Coffee Japan Co. kehilangan data sekitar 90.000 pelanggan selama 3,5 tahun sejak Oktober 2020.
  • JF Zengyoren, federasi nasional koperasi perikanan, kehilangan data sekitar 20.000 pelanggan selama 3 tahun sejak April 2021.
  • Perusahaan lain juga mengalami kebocoran data yang terus meluas hingga puluhan ribu kasus.

Yang lebih mengkhawatirkan, pelanggan masih dapat berbelanja seperti biasa di situs-situs tersebut, sehingga operator situs tidak menyadari serangan ini untuk waktu yang cukup lama.

Kemungkinan Serangan Internasional
Dugaan mengarah pada kelompok kriminal internasional, karena pelaku menggunakan string karakter yang biasa dipakai di negara-negara tertentu. Polisi Metropolitan Tokyo bersama otoritas lainnya kini sedang melacak alamat IP dan sumber kebocoran data.

Peringatan Pakar Keamanan
Katsuyuki Okamoto, penasihat keamanan di Trend Micro Inc., menyatakan, “Situs-situs ini tampaknya memiliki ‘celah’ yang dimanfaatkan untuk peretasan jarak jauh. Pembaruan keamanan secara berkala sangat penting, termasuk memasang program yang dapat mendeteksi anomali sejak awal.”

Dengan insiden ini, perusahaan e-commerce di Jepang diharapkan lebih memperketat sistem keamanan mereka demi melindungi data pelanggan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan

12 January 2026 - 11:10 WIB

Kebakaran Hutan Terjadi di Gunma, Pemerintah Minta Bantuan Pasukan Bela Diri

12 January 2026 - 10:10 WIB

Ancaman China Dominasi Kekhawatiran Keamanan Publik Jepang

10 January 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Royalti Musik Latar untuk Kafe dan Gym

10 January 2026 - 18:10 WIB

Hampir 1 dari 10 Anak Muda di Jepang Kini Berasal dari Warga Asing

10 January 2026 - 18:10 WIB

Trending on News