Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

News

Masjid Ilegal di Kawagoe Diminta Hentikan Aktivitas, Wali Kota Tegaskan Tidak Boleh Digunakan

badge-check


					Masjid Ilegal di Kawagoe Diminta Hentikan Aktivitas, Wali Kota Tegaskan Tidak Boleh Digunakan Perbesar

Wali Kota Kota Kawagoe, Prefektur Saitama, Hatsue Morita, pada 10 Juni mengeluarkan pernyataan resmi terkait sebuah masjid (mosque) yang dibangun di kawasan 市街化調整区域 (shigaika chousei kuiki), yaitu zona yang pada prinsipnya tidak memperbolehkan pembangunan bangunan tanpa izin khusus dari pemerintah kota.

Menurut pemerintah kota, pihak pemilik lahan dan pejabat kota telah melakukan pertemuan pada 4 Juni. Dalam pertemuan tersebut, pihak terkait menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak akan lagi digunakan untuk kegiatan ibadah apa pun di masa mendatang. Pemerintah kota juga mengonfirmasi bahwa bangunan telah dikunci sehingga tidak dapat dimasuki.

Kasus ini bermula ketika warga melaporkan keberadaan bangunan tersebut pada Oktober 2024. Saat itu, bangunan hampir sepenuhnya selesai dibangun. Pemerintah Kota Kawagoe kemudian memberikan arahan administratif dengan memasang pemberitahuan penghentian konstruksi karena diduga melanggar Undang-Undang Perencanaan Kota Jepang (都市計画法).

Meski demikian, menurut pemerintah kota, pada April 2026 justru diadakan acara peresmian bangunan tersebut yang bahkan dihadiri oleh Duta Besar Pakistan untuk Jepang.

Pemerintah Kota Kawagoe juga mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan pembicaraan tingkat staf dengan Kedutaan Besar Pakistan pada 1 Juni. Kedua pihak disebut telah saling memahami situasi yang terjadi dan sepakat untuk bekerja sama dalam menangani masalah tersebut. Wali Kota Morita juga menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan duta besar guna mempercepat penyelesaian masalah.

Sebelumnya, pada Maret 2026, perusahaan pemilik lahan telah menyerahkan rencana perbaikan yang berisi janji untuk membongkar bangunan tersebut paling lambat Maret 2031. Namun karena acara peresmian tetap dilaksanakan sebulan kemudian, pemerintah kota menyatakan penyesalannya karena bangunan yang seharusnya menuju proses pembongkaran justru digunakan secara terbuka.

Pemerintah Kota Kawagoe menegaskan bahwa batas waktu pembongkaran hingga 2031 bukan berarti pemerintah mengizinkan penggunaan bangunan yang dinilai sebagai bangunan ilegal tersebut selama periode tersebut.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam

20 July 2026 - 14:10 WIB

Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka

20 July 2026 - 10:50 WIB

Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026

20 July 2026 - 10:48 WIB

Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang

20 July 2026 - 10:43 WIB

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News