Menu

Dark Mode
Tren Wisata Akar Keluarga Meningkat, Keturunan Jepang dari Luar Negeri Ramai Datangi Jepang PM Jepang Sanae Takaichi Akui Hanya Tidur 0–3 Jam Sehari, Tuai Pro dan Kontra Jepang Akan Membentuk Panel Ahli untuk Tinjau Aturan Penerimaan Warga Asing Resmi! Film Doraemon 2027 Berjudul Nobita’s Steam Time Locomotive, Berlatar London Era Victoria Resmi! Anime KonoSuba Season 4 Akan Tayang pada 2027 Jepang Perketat Syarat Permanent Residence, Penghasilan dan Kemampuan Bahasa Jadi Penilaian Baru

News

Dua Awak Kabin Kedapatan Minum Alkohol Sebelum Bertugas, Japan Airlines Ditegur Kementerian Transportasi Jepang

badge-check


					Dua Awak Kabin Kedapatan Minum Alkohol Sebelum Bertugas, Japan Airlines Ditegur Kementerian Transportasi Jepang Perbesar

Kementerian Transportasi Jepang pada Jumat memberikan teguran kepada Japan Airlines (JAL) dan meminta maskapai tersebut menyusun langkah-langkah pencegahan paling lambat 17 Juli. Teguran ini diberikan setelah terungkap insiden dua awak kabin yang mengonsumsi alkohol sehari sebelum penerbangan pada Mei lalu, yang menyebabkan keterlambatan penerbangan sekitar 40 menit.

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, kedua awak kabin perempuan tersebut memberikan keterangan palsu dalam investigasi internal dengan mengaku tidak mengonsumsi alkohol, padahal tindakan mereka melanggar peraturan perusahaan.

Kedua awak kabin itu terdiri dari seorang kepala awak kabin berusia 50-an tahun yang kemudian dipecat oleh JAL, serta seorang awak kabin berusia 30-an tahun yang dijatuhi sanksi skorsing. Kementerian menyimpulkan bahwa keduanya berusaha menutupi pelanggaran tersebut.

Pihak kementerian menyatakan bahwa kasus ini menunjukkan kesadaran terhadap keselamatan penerbangan masih belum diterapkan secara menyeluruh di dalam perusahaan.

Pada hari yang sama, JAL juga mengumumkan sanksi terhadap seluruh jajaran direksi. Presiden JAL, Mitsuko Tottori, akan menerima pemotongan gaji sebesar 30 persen selama dua bulan. Perusahaan menyatakan sangat serius menanggapi kasus ini dan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam.

Insiden tersebut terjadi pada 23 Mei. Penerbangan JAL dari Hiroshima menuju Bandara Haneda, Tokyo, yang semula dijadwalkan berangkat pukul 07.40 pagi terpaksa ditunda hingga pukul 08.22.

Investigasi menemukan bahwa kepala awak kabin mengonsumsi alkohol di lounge hotel hingga melewati batas waktu yang diizinkan oleh aturan perusahaan pada malam sebelumnya.

Setelah gagal melaporkan hasil tes alkohol dengan benar sebelum menuju bandara, ia kembali menjalani pemeriksaan saat tiba di bandara dan ditemukan masih memiliki kandungan alkohol dalam tubuhnya. Akibatnya, ia dicopot dari tugas dan digantikan oleh awak kabin lain.

Sementara itu, awak kabin lainnya yang berusia 30-an tahun melaporkan kondisi tidak sehat dan tidak masuk kerja pada hari penerbangan.

Kasus ini menambah daftar panjang skandal terkait alkohol yang melibatkan JAL dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, seorang kapten dan kopilot diketahui berusaha menyembunyikan fakta bahwa mereka minum alkohol berlebihan sebelum penerbangan dari Melbourne, Australia, menuju Narita.

Masih pada tahun yang sama, penerbangan dari Honolulu menuju Jepang juga tertunda lebih dari 18 jam setelah pilot terdeteksi mengonsumsi alkohol. Dua penerbangan lainnya juga mengalami keterlambatan akibat insiden serupa.

Sebelumnya, Kementerian Transportasi Jepang telah mengeluarkan perintah perbaikan operasional kepada JAL pada Desember 2024 dan memberikan peringatan resmi pada September tahun lalu.

Sc :JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tren Wisata Akar Keluarga Meningkat, Keturunan Jepang dari Luar Negeri Ramai Datangi Jepang

28 July 2026 - 12:10 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Akui Hanya Tidur 0–3 Jam Sehari, Tuai Pro dan Kontra

28 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Perketat Syarat Permanent Residence, Penghasilan dan Kemampuan Bahasa Jadi Penilaian Baru

27 July 2026 - 12:10 WIB

Resmi! UNESCO Tetapkan Situs Asuka-Fujiwara sebagai Warisan Dunia ke-27 Jepang

27 July 2026 - 10:01 WIB

7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi

25 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News