Menu

Dark Mode
Meru Nukumi Gabung Serial Live-Action Baru GTO, Jadi Guru Pendamping Kelas Onizuka Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja Jepang Pertimbangkan Kirim Pejabat ke Rusia Demi Lindungi Bisnis Perusahaan Jepang Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot Anime Witch Hat Atelier Tambah 1 Ending Lagi, Lagu “Hikari” Dibawakan Nakamura Hak Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

News

ChatGPT Dapat Nilai Tertinggi Ujian Masuk University of Tokyo & Kyoto University

badge-check


					ChatGPT Dapat Nilai Tertinggi Ujian Masuk University of Tokyo & Kyoto University Perbesar

Sebuah perusahaan AI mengungkapkan bahwa ChatGPT berhasil meraih nilai tertinggi dalam ujian masuk tahun ini di University of Tokyo dan Kyoto University dua universitas top di Jepang—bahkan melampaui nilai peserta terbaik manusia.

Menurut perusahaan LifePrompt Inc., model terbaru ChatGPT mencetak skor 50 poin lebih tinggi dibandingkan peserta terbaik pada jalur paling kompetitif Natural Sciences III (kedokteran) di University of Tokyo, serta meraih nilai sempurna di matematika. Ini menjadi peningkatan besar setelah pada 2024 AI ini gagal lolos semua ujian masuk universitas tersebut.

Dalam pengujian, perusahaan menggunakan model terbaru OpenAI, ChatGPT 5.2 Thinking, dengan soal ujian yang diubah menjadi data gambar. Untuk jawaban esai, penilaian dilakukan oleh pengajar dari lembaga bimbingan belajar besar Kawai Juku.

Hasilnya, ChatGPT meraih 452 dari 550 poin untuk ujian Humaniora dan Ilmu Sosial, serta 503 dari 550 poin untuk jurusan Sains di University of Tokyo—keduanya melampaui skor tertinggi peserta yang lolos.

Untuk ujian Kyoto University, AI ini juga mencetak skor tinggi, yakni 771 poin di Fakultas Hukum (melampaui skor tertinggi 734) dan 1.176 poin di Fakultas Kedokteran (melewati skor tertinggi 1.098).

Meski begitu, performanya tidak merata. ChatGPT meraih sekitar 90% di bahasa Inggris, tetapi hanya 25% untuk soal esai seperti sejarah dunia.

Seorang profesor dari Keio University menyatakan bahwa manusia dan AI sebaiknya tidak dibandingkan secara langsung, karena AI unggul dalam menyerap data dalam jumlah besar. Ia menambahkan bahwa sudah saatnya sistem ujian masuk ditinjau ulang, karena saat ini masih terlalu fokus pada hafalan dan kemampuan menghitung, sementara manusia tetap unggul dalam menciptakan nilai baru.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja

11 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Pertimbangkan Kirim Pejabat ke Rusia Demi Lindungi Bisnis Perusahaan Jepang

11 May 2026 - 10:10 WIB

Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

8 May 2026 - 13:10 WIB

Penumpang Shinkansen Tokaido Naik Selama Golden Week, Tembus 4,9 Juta Orang

8 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup

7 May 2026 - 14:10 WIB

Trending on News