Menu ✖

Dark Mode
Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah Anime ‘Obocchama-kun Reborn’ Akan Tayang di Jepang pada 2027 Menteri Pertanian Jepang Minta Maaf atas Pernyataan Soal Pemotongan Anggaran Jalan Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan” Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang

News

Startup Jepang Ajukan Obat Baru untuk Penyakit Ginjal Kronis pada Kucing

badge-check


					The Institute for AIM Medicine filed for approval a treatment for chronic kidney disease in cats with the agriculture ministry. | GETTY IMAGES Perbesar

The Institute for AIM Medicine filed for approval a treatment for chronic kidney disease in cats with the agriculture ministry. | GETTY IMAGES

Sebuah startup asal Jepang mengajukan persetujuan untuk obat baru yang ditujukan mengobati chronic kidney disease pada kucing—penyakit umum yang hingga kini belum memiliki obat yang benar-benar menyembuhkan.

Perusahaan berbasis Tokyo, Institute for AIM Medicine, mengajukan permohonan tersebut ke kementerian pertanian pada hari Jumat. Peneliti Toru Miyazaki menyebutkan bahwa uji coba menunjukkan obat ini mampu memperpanjang umur kucing yang terkena penyakit tersebut secara signifikan.

“Sebagian besar kucing menderita penyakit ginjal kronis, dan banyak yang meninggal akibat gagal ginjal tahap akhir atau uremia,” ujar Miyazaki. Ia menambahkan bahwa pengembangan obat ini bertujuan mengurangi beban fisik dan finansial bagi kucing maupun pemiliknya.

Penelitian ini sempat terhenti sekitar lima tahun lalu akibat kekurangan dana selama pandemi COVID-19. Namun setelah mendapat sorotan media, Miyazaki menerima donasi besar dari para pecinta kucing, mencapai hampir 300 juta yen antara 2021 hingga 2022.

Menurut data dari Cornell Feline Health Center, penyakit ini umum terjadi pada kucing tua—menyerang sekitar 40% kucing berusia di atas 10 tahun dan hingga 80% pada usia di atas 15 tahun.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Veterinary Journal pada Februari, sebanyak 11 kucing yang menerima pengobatan dibandingkan dengan 15 kucing tanpa pengobatan selama satu tahun.

Hasilnya, tingkat kelangsungan hidup kucing yang diobati mencapai 80–83%, sementara yang tidak diobati hanya sekitar 20%.

Temuan ini menjadi harapan besar bagi pengobatan penyakit ginjal kronis pada kucing di masa depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

6 October 2026 - 16:10 WIB

Menteri Pertanian Jepang Minta Maaf atas Pernyataan Soal Pemotongan Anggaran Jalan

6 October 2026 - 10:10 WIB

Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan”

6 October 2026 - 08:03 WIB

Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika

5 October 2026 - 18:10 WIB

Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang

5 October 2026 - 11:10 WIB

Trending on News