Menu

Dark Mode
Meru Nukumi Gabung Serial Live-Action Baru GTO, Jadi Guru Pendamping Kelas Onizuka Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja Jepang Pertimbangkan Kirim Pejabat ke Rusia Demi Lindungi Bisnis Perusahaan Jepang Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot Anime Witch Hat Atelier Tambah 1 Ending Lagi, Lagu “Hikari” Dibawakan Nakamura Hak Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

News

Startup Jepang Ajukan Obat Baru untuk Penyakit Ginjal Kronis pada Kucing

badge-check


					The Institute for AIM Medicine filed for approval a treatment for chronic kidney disease in cats with the agriculture ministry. | GETTY IMAGES Perbesar

The Institute for AIM Medicine filed for approval a treatment for chronic kidney disease in cats with the agriculture ministry. | GETTY IMAGES

Sebuah startup asal Jepang mengajukan persetujuan untuk obat baru yang ditujukan mengobati chronic kidney disease pada kucing—penyakit umum yang hingga kini belum memiliki obat yang benar-benar menyembuhkan.

Perusahaan berbasis Tokyo, Institute for AIM Medicine, mengajukan permohonan tersebut ke kementerian pertanian pada hari Jumat. Peneliti Toru Miyazaki menyebutkan bahwa uji coba menunjukkan obat ini mampu memperpanjang umur kucing yang terkena penyakit tersebut secara signifikan.

“Sebagian besar kucing menderita penyakit ginjal kronis, dan banyak yang meninggal akibat gagal ginjal tahap akhir atau uremia,” ujar Miyazaki. Ia menambahkan bahwa pengembangan obat ini bertujuan mengurangi beban fisik dan finansial bagi kucing maupun pemiliknya.

Penelitian ini sempat terhenti sekitar lima tahun lalu akibat kekurangan dana selama pandemi COVID-19. Namun setelah mendapat sorotan media, Miyazaki menerima donasi besar dari para pecinta kucing, mencapai hampir 300 juta yen antara 2021 hingga 2022.

Menurut data dari Cornell Feline Health Center, penyakit ini umum terjadi pada kucing tua—menyerang sekitar 40% kucing berusia di atas 10 tahun dan hingga 80% pada usia di atas 15 tahun.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Veterinary Journal pada Februari, sebanyak 11 kucing yang menerima pengobatan dibandingkan dengan 15 kucing tanpa pengobatan selama satu tahun.

Hasilnya, tingkat kelangsungan hidup kucing yang diobati mencapai 80–83%, sementara yang tidak diobati hanya sekitar 20%.

Temuan ini menjadi harapan besar bagi pengobatan penyakit ginjal kronis pada kucing di masa depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja

11 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Pertimbangkan Kirim Pejabat ke Rusia Demi Lindungi Bisnis Perusahaan Jepang

11 May 2026 - 10:10 WIB

Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

8 May 2026 - 13:10 WIB

Penumpang Shinkansen Tokaido Naik Selama Golden Week, Tembus 4,9 Juta Orang

8 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup

7 May 2026 - 14:10 WIB

Trending on News