Menu

Dark Mode
Kereta Baru Enoden Hadirkan Pemandangan Laut dari Semua Kursi, Mulai Beroperasi Musim Semi Bandara Narita Uji Coba Mesin Pemadat Pakaian untuk Kurangi Koper Terbengkalai Kata Jepang yang Kedengarannya Sama Tapi Maknanya Beda Warga Negara Indonesia di Jepang Ditangkap Kembali atas Dugaan Akses Ilegal dan Pencurian Senilai Rp260 Juta Jepang Rilis Piktogram Baru untuk Peringatkan Wisatawan Soal Bahaya Beruang BanG Dream! Umumkan Game Mobile Baru BanG Dream! Our Notes, Rilis 2026 dengan Dua Band Baru

Entertainment

Dua Mantan Artis Johnny & Associates Gugat $300 Juta atas Dugaan Pelecehan Seksual

badge-check


					Dua Mantan Artis Johnny & Associates Gugat $300 Juta atas Dugaan Pelecehan Seksual Perbesar

Dua mantan artis dari agensi hiburan Jepang yang sebelumnya dikenal sebagai Johnny & Associates Inc. telah mengajukan gugatan di pengadilan AS, menuntut ganti rugi lebih dari $300 juta atas dugaan pelecehan seksual yang mereka alami saat remaja. Gugatan tersebut diajukan di Clark County, Nevada, dan menjadi kasus pertama yang diajukan oleh korban setelah perusahaan tersebut mengakui pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendirinya, Johnny Kitagawa, pada September tahun lalu.

Para penggugat adalah Junya Tanaka (43) dan Kyohei Iida (37). Dalam gugatan itu, Tanaka mengklaim bahwa Kitagawa melakukan pelecehan seksual terhadapnya di sebuah hotel di Las Vegas pada Maret 1997, ketika ia berusia 15 tahun. Sementara itu, Iida mengaku mengalami pelecehan serupa pada Agustus 2002, saat ia berusia 14 tahun.

Keduanya juga mengungkap bahwa mereka mengalami pelecehan secara rutin selama berada di bawah naungan agensi tersebut. Tanaka menyatakan pelecehan berlangsung dari 1997 hingga 1998, sedangkan Iida dari 2002 hingga 2006.

Dalam gugatan ini, Tanaka dan Iida masing-masing menuntut $50 juta sebagai ganti rugi kompensasi dan $100 juta untuk ganti rugi hukuman. Gugatan tersebut juga menuntut keponakan Kitagawa, Julie Keiko Fujishima, serta mantan eksekutif lainnya atas kelalaian mereka dalam mengambil tindakan meskipun mengetahui adanya pelecehan tersebut.

Fujishima saat ini menjabat sebagai direktur Smile-Up Inc., perusahaan penerus Johnny & Associates, yang fokus memberikan kompensasi kepada korban pelecehan seksual.

Dalam pernyataannya melalui pengacara mereka, Tanaka mengungkapkan keinginan agar “dunia mengetahui bahwa selama puluhan tahun di Jepang, berbicara tentang pelecehan seperti ini sangat ditindas.” Sementara itu, Iida menegaskan pentingnya “perubahan mendasar dalam kesadaran masyarakat untuk memastikan insiden seperti ini tidak pernah terulang.”

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Girl Group Philosophy no Dance Akan Mengakhiri Aktivitas dengan Konser Terakhir pada Juni

14 January 2026 - 17:10 WIB

Netflix Rilis Teaser Season 2 One Piece Live-Action, Tayang Maret 2026

13 January 2026 - 17:30 WIB

Godzilla Minus Zero Tayang November, Rilis Jepang dan AS Berlangsung di Minggu yang Sama

10 January 2026 - 17:00 WIB

Trailer Drops of God Season 2 Dirilis, Tayang Januari di Apple TV+

9 January 2026 - 18:30 WIB

Seiyuu Risa Uchida Menikah dengan Aktor Teater Tsubasa Nakamura

8 January 2026 - 16:10 WIB

Trending on Entertainment