Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Gubernur Miyagi Batalkan Rencana Pembangunan Pemakaman Khusus Muslim setelah Menuai Penolakan

badge-check


					Gubernur Miyagi Batalkan Rencana Pembangunan Pemakaman Khusus Muslim setelah Menuai Penolakan Perbesar

Gubernur Prefektur Miyagi, Yoshihiro Murai, pada Kamis (18/9) membatalkan rencana untuk mempertimbangkan pembangunan area pemakaman khusus, yang sebelumnya ia dorong sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak pekerja asing.

Keputusan mundur ini muncul setelah muncul gelombang penolakan meski juga ada dukungan di media sosial. Pihak yang menolak menilai rencana itu terlalu mengakomodasi warga asing dengan kebiasaan berbeda dari mayoritas orang Jepang.

Dengan semakin banyaknya umat Muslim di Jepang, kebutuhan akan lahan pemakaman yang sesuai dengan keyakinan mereka kian meningkat, terutama di negara yang umumnya menganut tradisi kremasi.

Dalam rapat majelis prefektur, Murai menyampaikan bahwa para kepala pemerintah daerah di Miyagi menolak rencana tersebut. Ia menyebut realisasinya akan “sangat sulit dilakukan.” Kepada wartawan, ia menambahkan bahwa sebagian pemimpin lokal khawatir warganya tidak akan menerima keberadaan pemakaman semacam itu.

Saat ini, tidak ada satu pun prefektur di kawasan Tohoku, termasuk Miyagi, yang memiliki pemakaman untuk penguburan.

Meski membatalkan rencana, Murai menegaskan pemerintah prefektur tetap berkomitmen menarik tenaga asing untuk mengatasi masalah depopulasi.

Murai, yang kini menjabat periode kelima, juga tengah mencalonkan diri kembali sebagai gubernur independen. Sementara itu, partai populis Sanseito, yang belakangan meraih dukungan dengan slogan “utamakan rakyat Jepang” serta retorika kontroversial soal imigrasi, berencana mengajukan calon dalam pemilihan gubernur 26 Oktober mendatang.

Di bawah kepemimpinan Murai, Miyagi menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia pada 2023 untuk mendatangkan tenaga kerja demi mendukung industri lokal.

Sebelumnya, dalam rapat majelis pada Oktober tahun lalu, Murai sempat mengungkapkan gagasan soal pemakaman khusus tersebut. Ia mengatakan, “Kami memperkirakan akan ada peningkatan jumlah orang yang mempraktikkan berbagai agama. Salah satu tantangan besar adalah bagaimana menghadapi situasi ketika mereka meninggal.”

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News