Menu

Dark Mode
Pemerintah Jepang Pertimbangkan Legalkan Pemakaian Nama Marga Sebelum Menikah Jangan Salah Sebut! 50 Nama Tempat Bahasa Jepang yang Sering Bikin Bingung! Remaja 15 Tahun di Iwate Ditangkap karena Dugaan Percobaan Pembunuhan Menikam Seorang Pria Bahasa Jepang untuk Pemula yang Baru Pindah ke Jepang Budaya “Oseibo” & “Ochūgen”: Hadiah Musiman sebagai Bentuk Terima Kasih ala Jepang Shibuya Batalkan Acara Hitung Mundur Tahun Baru karena Kekhawatiran Kerumunan

Culture

Higan: Tradisi Ziarah ke Makam Saat Perubahan Musim di Jepang

badge-check


					Higan: Tradisi Ziarah ke Makam Saat Perubahan Musim di Jepang Perbesar

Di Jepang, ada sebuah tradisi penting bernama Higan (彼岸), yaitu momen ketika masyarakat melakukan ziarah ke makam keluarga. Tradisi ini dilakukan dua kali dalam setahun, saat pergantian musim antara musim dingin ke semi (vernal equinox) dan musim panas ke gugur (autumnal equinox).

Walaupun Jepang adalah negara modern dengan kehidupan yang serba cepat, Higan menunjukkan bahwa nilai keluarga, leluhur, dan spiritualitas tetap sangat dijaga.


Apa Itu Higan?

Kata Higan secara harfiah berarti “pantai seberang”, yaitu simbolisasi dunia setelah kematian dalam ajaran Buddha.
Tujuan Higan adalah:

Ini menjadi waktu bagi orang Jepang untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan kembali ke kampung halaman.


Kapan Higan Dilaksanakan?

Higan berlangsung 7 hari, yaitu:

  • 3 hari sebelum titik ekuinoks

  • Hari ekuinoks sebagai puncaknya

  • 3 hari sesudahnya

Sehingga total 14 hari dalam setahun:
➡️ Sekitar Maret (musim semi)
➡️ Sekitar September (musim gugur)

Pemerintah Jepang juga menetapkan hari libur nasional, terutama untuk Autumnal Equinox Day.


Apa yang Dilakukan Saat Higan?

Kegiatan utama:

Membersihkan makam keluarga
Mulai dari mengusap batu nisan, menata bunga, hingga membersihkan area sekitar makam.

Membawa bunga dan dupa
Bunga yang sering dipakai: krisan (kiku) yang melambangkan penghormatan.

Menyajikan makanan tradisional
Biasanya Ohagi/Botamochi, kue ketan dengan pasta kacang merah yang dipercaya:

  • Mengusir roh jahat

  • Membawa keberuntungan

Berkumpul dengan keluarga
Mengenang kenangan indah bersama mereka yang telah tiada.


Makna Spiritualitas di Balik Higan

Higan bukan hanya ritual ke makam, tapi refleksi hidup:

  • Menghargai masa lalu

  • Menyadari keterbatasan hidup

  • Memperkuat hubungan keluarga

Peralihan musim dipercaya sebagai waktu di mana jarak antara dunia manusia dan dunia leluhur semakin dekat.


Higan mengajarkan bahwa modernitas tidak harus menghapus tradisi.
Bagi masyarakat Jepang, mengingat leluhur = menghormati diri sendiri.

Setiap kedatangan musim semi dan musim gugur, Higan menjadi momen penuh ketenangan, rasa syukur, dan ikatan keluarga yang tetap dijaga hingga kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Budaya “Oseibo” & “Ochūgen”: Hadiah Musiman sebagai Bentuk Terima Kasih ala Jepang

4 December 2025 - 18:30 WIB

Tsumami Zaiku: Seni Merangkai Bunga Kain untuk Hiasan Rambut Jepang

1 December 2025 - 16:45 WIB

Senpāi–Kōhai: Hirarki Sosial Jepang dari Sekolah hingga Dunia Kerja

22 November 2025 - 14:30 WIB

Miai: Perjodohan Ala Jepang yang Tetap Eksis di Era Dating App

21 November 2025 - 13:43 WIB

Yatai: Kultur Street Food Kaki Lima Musiman yang Hangat di Jepang

19 November 2025 - 20:00 WIB

Trending on Culture