Menu ✖

Dark Mode
Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

Teknologi

Honda Berhasil Uji Coba Roket Dapat Digunakan Kembali, Siap Masuk Industri Antariksa

badge-check


					Honda Berhasil Uji Coba Roket Dapat Digunakan Kembali, Siap Masuk Industri Antariksa Perbesar

Honda, produsen mobil terbesar kedua di Jepang, mengumumkan telah berhasil melakukan uji coba roket eksperimental yang dapat digunakan kembali, sebagai bagian dari rencananya untuk masuk ke sektor antariksa.

Perusahaan ini menargetkan bisa menguasai teknologi peluncuran suborbital pada tahun 2029. Dalam uji coba yang dilakukan di Hokkaido, prototipe roket setinggi sekitar 6 meter terbang selama satu menit dan berhasil mendarat hanya 37 sentimeter dari titik pendaratan yang ditentukan, setelah mencapai ketinggian hampir 300 meter.

“Uji coba ini berhasil diselesaikan dengan baik, untuk pertama kalinya Honda berhasil mendaratkan roketnya,” kata Honda dalam pernyataan resmi pada Selasa (18/6).

Honda menilai permintaan untuk roket peluncur satelit akan terus meningkat di masa depan, seiring dengan berkembangnya kebutuhan sistem data di luar angkasa.

“Honda memilih untuk menghadapi tantangan teknologi ini dengan memanfaatkan keahlian yang telah dikembangkan melalui berbagai produk, termasuk teknologi kendaraan otonom,” tulis perusahaan tersebut.

Ke depannya, roket buatan Honda ini diharapkan dapat membantu pemasangan alat komunikasi berbasis satelit dan pemantauan kondisi lingkungan seperti pemanasan global.

Saat ini, SpaceX milik Elon Musk dikenal sebagai pelopor roket yang bisa digunakan berulang kali — sebuah teknologi yang sedang dilirik banyak perusahaan di seluruh dunia.

Sementara itu, Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) juga tengah berupaya menjadi pemain besar dalam peluncuran satelit dengan roket H3 mereka, meskipun roket ini belum memiliki teknologi reusable.

Beberapa startup Jepang juga ikut terjun ke bidang ini, termasuk Space One, yang pada Desember lalu mengalami kegagalan peluncuran roket untuk kedua kalinya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi