Menu

Dark Mode
Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah Kereta Lokal di Prefektur Yamanashi Jepang Tergelincir, 42 Penumpang Selamat Tanpa Cedera Kosakata Jepang untuk Tagihan & Pembayaran Imigrasi Bogor Tangkap 13 WN Jepang Diduga Terlibat Penipuan Daring di Sentul Warga Jepang Mulai Dievakuasi dari Teheran di Tengah Meningkatnya Serangan AS-Israel ke Iran Survei: 40% Keluarga Berpenghasilan Rendah di Jepang Berutang Demi Biaya Masuk Sekolah Anak

TRAVEL

Hotel Apartemen dengan Dapur di Jepang Semakin Diminati Wisatawan Asing

badge-check


					Hotel Apartemen dengan Dapur di Jepang Semakin Diminati Wisatawan Asing Perbesar

Hotel apartemen yang dilengkapi dengan dapur dan peralatan rumah tangga kini semakin populer di Jepang. Tren ini didorong oleh meningkatnya minat wisatawan asing yang ingin menginap dalam suasana seperti di rumah sendiri, sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi sektor konstruksi dan properti.

Jenis akomodasi ini cocok untuk keluarga dan kelompok teman dekat yang bepergian dalam jangka menengah hingga panjang. Hotel apartemen biasanya tidak memiliki restoran atau fasilitas umum lain, sehingga membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja di bagian resepsionis dan pembersihan karena tamu umumnya menginap lebih lama.

Selain itu, konsep hotel apartemen dianggap efisien untuk dibangun di lahan kecil, menjadikannya pilihan menarik untuk mengganti gedung perkantoran lama berukuran kecil dan menengah di kota-kota besar.

Salah satu pelopor dalam bisnis ini adalah Cosmos Initia Co., yang meluncurkan merek Mimaru pada tahun 2018. Hingga kini, mereka telah mengoperasikan 27 hotel di kota-kota wisata utama seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto.

Kamar-kamar Mimaru berukuran mulai dari 40 meter persegi dan dapat menampung empat hingga sepuluh orang. Sekitar 95 persen tamunya adalah wisatawan asing, dengan rata-rata lama menginap empat malam.

Tarif kamar untuk empat orang kini mencapai sekitar 55.000 yen (sekitar Rp5,3 juta) per malam — meningkat tajam dari kisaran 30.000–40.000 yen sebelum pandemi.

“Meskipun kenaikan harga kamar mulai melambat, pasokan hotel untuk kelompok besar di area perkotaan masih belum mencukupi,” ujar Masami Akashi, penanggung jawab operasional Mimaru.

Melihat peluang pasar yang besar, Nippon Steel Kowa Real Estate Co. ikut terjun ke bisnis ini melalui merek &Here yang diluncurkan pada Maret 2024. Perusahaan tersebut telah membuka tiga fasilitas, termasuk yang terbaru di kawasan Shinjuku, Tokyo, dan berencana membuka cabang di Asakusa serta Fukuoka di pulau Kyushu.

Sementara itu, Daito Trust Construction Co., salah satu perusahaan besar penyedia hunian sewa di Jepang, juga berencana membuka hotel apartemen serupa di Tokyo dan Fukuoka pada tahun 2027.

Menurut data Japan National Tourism Organization (JNTO), rata-rata lama menginap wisatawan asing di Jepang pada tahun 2024 mencapai 5,9 hari, menunjukkan minat yang tinggi terhadap akomodasi nyaman untuk tinggal lebih lama.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden

3 March 2026 - 10:10 WIB

Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis

19 February 2026 - 19:10 WIB

Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur

18 February 2026 - 16:10 WIB

Cara Menentukan Jumlah Baju Ideal untuk Trip Jepang

3 February 2026 - 11:30 WIB

Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang

2 February 2026 - 08:00 WIB

Trending on TRAVEL