Menu

Dark Mode
Jepang Kaji Penggunaan Robot Humanoid Ber-AI untuk Pertahanan Non-Tempur Korban Jiwa Topan Dujuan Naik Menjadi 7 Orang, 5 Masih Hilang Innalillahi, WNI 22 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Kerja di Fukuyama Jepang Demo Attack on Titan 3 di Tokyo Game Show 2026 Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week

Makanan

Imoni: Sup Akar Talas Tradisional dari Tohoku yang Dinikmati Saat Piknik

badge-check


					Imoni: Sup Akar Talas Tradisional dari Tohoku yang Dinikmati Saat Piknik Perbesar

Ketika musim gugur tiba di Jepang, ada satu tradisi unik yang dilakukan masyarakat di wilayah Tohoku: imoni-kai. Ini adalah acara piknik sambil memasak imoni — sup akar talas (satoimo) yang hangat dan penuh rasa. Tradisi ini bukan hanya soal makan bersama, tapi juga momen untuk menikmati perubahan musim di alam terbuka.


Apa Itu Imoni?

Imoni adalah sup tradisional yang berbahan dasar akar talas (satoimo), daging (biasanya daging sapi atau babi), konnyaku (agar-agar dari tanaman konjac), dan berbagai sayuran seperti wortel, bawang daun, serta kadang jamur. Kuahnya bisa berbeda tergantung daerah:

  • Yamagata: Menggunakan kecap asin sebagai dasar kuah.
  • Miyagi: Lebih sering memakai miso untuk kuahnya.

Setiap keluarga atau komunitas sering punya “resep rahasia” masing-masing!

Tradisi Imoni-kai

Imoni-kai berarti “pesta imoni”. Biasanya dilakukan di tepi sungai, di mana orang-orang membawa kuali besar, bahan makanan, dan bahkan kayu bakar untuk memasak imoni bersama-sama. Suasananya mirip barbecue, tapi khas Jepang.

Di Yamagata, bahkan ada acara skala besar bernama Yamagata Imoni Festival, di mana mereka memasak imoni menggunakan kuali raksasa dengan crane untuk mengaduk supnya!

Kenapa Imoni Begitu Spesial?

  • Musim Gugur: Momen melihat daun-daun berubah warna sambil menikmati sup panas di udara yang mulai dingin.
  • Kebersamaan: Membuat dan menikmati makanan besar bersama keluarga, teman, atau bahkan kolega.
  • Cita Rasa Nostalgia: Bagi banyak orang Jepang dari Tohoku, aroma dan rasa imoni membangkitkan kenangan masa kecil.

Variasi Imoni

Selain perbedaan kuah, ada juga variasi tambahan bahan:

  • Dengan udon: Menambahkan mie udon ke dalam sup agar lebih mengenyangkan.
  • Imoni kariage: Imoni sisa digoreng menjadi tempura keesokan harinya.

Imoni bukan sekadar sup akar talas — ia adalah bagian dari budaya, tradisi, dan kehangatan komunitas di Tohoku. Jika kamu berkesempatan berkunjung ke Jepang di musim gugur, jangan lewatkan pengalaman imoni-kai. Duduk di tepi sungai, merasakan udara sejuk, dan menyantap semangkuk sup imoni hangat — itu adalah kenangan yang sulit dilupakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Balik Tren Matcha Jepang Meledak di Pasar Global, Produk Tiruan dari China Banyak Bermunculan

6 January 2026 - 14:30 WIB

Nikuman dan Anman: Roti Kukus Favorit Saat Dingin Mulai Datang

22 December 2025 - 16:10 WIB

Hitsumabushi Asli Nagoya: Cara Makan Unagi Bertahap yang Unik dan Penuh Filosofi

18 December 2025 - 17:30 WIB

Karasumi: Telur Ikan yang Diasinkan dan Dijemur Jadi Delikates Tradisional Jepang

17 December 2025 - 09:41 WIB

Yatai: Kultur Street Food Kaki Lima Musiman yang Hangat di Jepang

19 November 2025 - 20:00 WIB

Trending on Culture