Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

badge-check


					Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras Perbesar

Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) menembakkan rudal anti-kapal tipe 88 dalam latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat, Australia, dan Filipina pada Rabu. Rudal tersebut berhasil menghantam kapal bekas Angkatan Laut Filipina di perairan yang menghadap Laut China Selatan.

Latihan ini menjadi momen penting karena Jepang dan Filipina juga tengah membahas kemungkinan kerja sama transfer peralatan militer, setelah Jepang mulai melonggarkan aturan ekspor militernya. Dalam pembicaraan tersebut, Jepang mempertimbangkan pengiriman kapal perusak kelas Abukuma dan pesawat TC-90 ke Filipina.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro menyaksikan langsung uji coba rudal tersebut, sementara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memantau dari Manila melalui siaran langsung.

Militer Filipina menyebut dua rudal Type 88 ditembakkan dan berhasil mengenai target kapal BRP Quezon dalam waktu enam menit, sekitar 75 km dari lepas pantai Paoay di Filipina utara.

Latihan ini merupakan bagian dari latihan tahunan “Balikatan” antara Filipina dan Amerika Serikat, yang tahun ini melibatkan lebih dari 17.000 personel, termasuk sekitar 1.400 dari Jepang dan 10.000 dari AS.

Selain Jepang, negara seperti Kanada, Prancis, dan Selandia Baru juga ikut serta sebagai peserta aktif untuk pertama kalinya, menunjukkan semakin luasnya kerja sama keamanan Filipina dengan negara mitra.

Namun, latihan ini menuai kritik dari China. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, China menilai latihan militer gabungan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan dan menuduh Jepang melakukan aktivitas militer ofensif di luar negeri dengan dalih kerja sama keamanan. China juga menegaskan bahwa langkah seperti ini dapat memperkeruh situasi di sekitar Laut China Selatan yang sudah sensitif.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News