Menu

Dark Mode
Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

News

Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

badge-check


					Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras Perbesar

Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) menembakkan rudal anti-kapal tipe 88 dalam latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat, Australia, dan Filipina pada Rabu. Rudal tersebut berhasil menghantam kapal bekas Angkatan Laut Filipina di perairan yang menghadap Laut China Selatan.

Latihan ini menjadi momen penting karena Jepang dan Filipina juga tengah membahas kemungkinan kerja sama transfer peralatan militer, setelah Jepang mulai melonggarkan aturan ekspor militernya. Dalam pembicaraan tersebut, Jepang mempertimbangkan pengiriman kapal perusak kelas Abukuma dan pesawat TC-90 ke Filipina.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro menyaksikan langsung uji coba rudal tersebut, sementara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memantau dari Manila melalui siaran langsung.

Militer Filipina menyebut dua rudal Type 88 ditembakkan dan berhasil mengenai target kapal BRP Quezon dalam waktu enam menit, sekitar 75 km dari lepas pantai Paoay di Filipina utara.

Latihan ini merupakan bagian dari latihan tahunan “Balikatan” antara Filipina dan Amerika Serikat, yang tahun ini melibatkan lebih dari 17.000 personel, termasuk sekitar 1.400 dari Jepang dan 10.000 dari AS.

Selain Jepang, negara seperti Kanada, Prancis, dan Selandia Baru juga ikut serta sebagai peserta aktif untuk pertama kalinya, menunjukkan semakin luasnya kerja sama keamanan Filipina dengan negara mitra.

Namun, latihan ini menuai kritik dari China. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, China menilai latihan militer gabungan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan dan menuduh Jepang melakukan aktivitas militer ofensif di luar negeri dengan dalih kerja sama keamanan. China juga menegaskan bahwa langkah seperti ini dapat memperkeruh situasi di sekitar Laut China Selatan yang sudah sensitif.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan

25 June 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Trending on News