Menu

Dark Mode
Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras Penumpang Shinkansen Tokaido Naik Selama Golden Week, Tembus 4,9 Juta Orang Lexus Luncurkan SUV Listrik 3 Baris Pertama, Siap Rilis di Jepang Musim Dingin Dua Karateka Indonesia Raih Prestasi di Turnamen Internasional Jepang Film Reboot Live-Action Resident Evil Rilis Trailer Perdana, Tayang September 2026 Manga Romance Kontroversial “Kanojo no Tomodachi” Resmi Dapat Adaptasi Anime Tahun 2026

News

Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

badge-check


					Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras Perbesar

Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) menembakkan rudal anti-kapal tipe 88 dalam latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat, Australia, dan Filipina pada Rabu. Rudal tersebut berhasil menghantam kapal bekas Angkatan Laut Filipina di perairan yang menghadap Laut China Selatan.

Latihan ini menjadi momen penting karena Jepang dan Filipina juga tengah membahas kemungkinan kerja sama transfer peralatan militer, setelah Jepang mulai melonggarkan aturan ekspor militernya. Dalam pembicaraan tersebut, Jepang mempertimbangkan pengiriman kapal perusak kelas Abukuma dan pesawat TC-90 ke Filipina.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro menyaksikan langsung uji coba rudal tersebut, sementara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memantau dari Manila melalui siaran langsung.

Militer Filipina menyebut dua rudal Type 88 ditembakkan dan berhasil mengenai target kapal BRP Quezon dalam waktu enam menit, sekitar 75 km dari lepas pantai Paoay di Filipina utara.

Latihan ini merupakan bagian dari latihan tahunan “Balikatan” antara Filipina dan Amerika Serikat, yang tahun ini melibatkan lebih dari 17.000 personel, termasuk sekitar 1.400 dari Jepang dan 10.000 dari AS.

Selain Jepang, negara seperti Kanada, Prancis, dan Selandia Baru juga ikut serta sebagai peserta aktif untuk pertama kalinya, menunjukkan semakin luasnya kerja sama keamanan Filipina dengan negara mitra.

Namun, latihan ini menuai kritik dari China. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, China menilai latihan militer gabungan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan dan menuduh Jepang melakukan aktivitas militer ofensif di luar negeri dengan dalih kerja sama keamanan. China juga menegaskan bahwa langkah seperti ini dapat memperkeruh situasi di sekitar Laut China Selatan yang sudah sensitif.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penumpang Shinkansen Tokaido Naik Selama Golden Week, Tembus 4,9 Juta Orang

8 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup

7 May 2026 - 14:10 WIB

Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik

6 May 2026 - 15:10 WIB

4 WNI Pendaki Berhasil Diselamatkan dari Gunung Ainodake, Dua Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

6 May 2026 - 13:10 WIB

Penumpang Asal Jepang Ikut Terdampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

6 May 2026 - 10:10 WIB

Trending on News