Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Jepang Akan Kembangkan Lebih Lanjut Masjid Berjalan, Diharapkan Bisa Diproduksi di Indonesia

badge-check


					Jepang Akan Kembangkan Lebih Lanjut Masjid Berjalan, Diharapkan Bisa Diproduksi di Indonesia Perbesar

Jepang kembali menghadirkan inovasi unik yang menarik perhatian dunia, yaitu mobile mosque atau masjid berjalan pertama di dunia. Proyek ini diprakarsai oleh Yasuharu Inoue melalui Yasu Project Co., Ltd., dan pertama kali diperkenalkan pada Juli 2018 sebagai bagian dari persiapan Olimpiade Tokyo 2020.

“Yang terpenting bagi saya, masjid berjalan ini bisa menjadi misi perdamaian dunia. Umat muslim di mana pun dapat salat dengan nyaman,” ujar Inoue kepada Tribunnews.com, Kamis (2/10/2025).

Masjid berjalan ini dikembangkan dari truk besar yang dapat berubah menjadi ruang salat seluas 48 meter persegi dengan kapasitas hingga 50 orang. Fasilitasnya mencakup ruang wudhu, pendingin udara (AC), generator listrik mandiri, serta mekanisme otomatis yang memungkinkan sisi truk terbuka hanya dalam waktu lima menit.

Dengan keunggulan tersebut, mobile mosque bisa digunakan di berbagai lokasi besar seperti stadion, festival, atau area yang belum memiliki masjid terdekat.

Jejak Mobile Mosque di Event Internasional

Sejak debutnya, mobile mosque telah hadir di sejumlah acara besar, di antaranya:

  • Rugby World Cup Jepang 2019

  • Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020

  • Demonstrasi publik di Tokyo Tower (September 2025) yang turut dihadiri warga Indonesia

Kehadiran masjid berjalan ini dinilai sebagai wujud keramahan Jepang (omotenashi) dalam menyambut wisatawan muslim dari seluruh dunia.

Target Produksi di Indonesia

Inoue mengungkapkan, pihaknya kini menargetkan produksi mobile mosque di Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Versi yang akan dikembangkan berkapasitas sekitar 25 orang, dengan desain lebih ramping dan sederhana namun tetap nyaman.

Biaya pembuatan satu unit mobile mosque diperkirakan mencapai 140 juta yen (sekitar Rp13 miliar). Selain pembelian unit, Yasu Project juga menyediakan layanan sewa dengan tarif sekitar 800 ribu yen per hari, sudah termasuk biaya operasional.

Untuk mendukung keberlangsungan proyek, perusahaan meluncurkan inisiatif Mobile Mosque Peace Contribution Project yang mengajak kerja sama berbagai pihak dari dunia Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News