Menu

Dark Mode
Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober

News

Jepang Akan Kembangkan Lebih Lanjut Masjid Berjalan, Diharapkan Bisa Diproduksi di Indonesia

badge-check


					Jepang Akan Kembangkan Lebih Lanjut Masjid Berjalan, Diharapkan Bisa Diproduksi di Indonesia Perbesar

Jepang kembali menghadirkan inovasi unik yang menarik perhatian dunia, yaitu mobile mosque atau masjid berjalan pertama di dunia. Proyek ini diprakarsai oleh Yasuharu Inoue melalui Yasu Project Co., Ltd., dan pertama kali diperkenalkan pada Juli 2018 sebagai bagian dari persiapan Olimpiade Tokyo 2020.

“Yang terpenting bagi saya, masjid berjalan ini bisa menjadi misi perdamaian dunia. Umat muslim di mana pun dapat salat dengan nyaman,” ujar Inoue kepada Tribunnews.com, Kamis (2/10/2025).

Masjid berjalan ini dikembangkan dari truk besar yang dapat berubah menjadi ruang salat seluas 48 meter persegi dengan kapasitas hingga 50 orang. Fasilitasnya mencakup ruang wudhu, pendingin udara (AC), generator listrik mandiri, serta mekanisme otomatis yang memungkinkan sisi truk terbuka hanya dalam waktu lima menit.

Dengan keunggulan tersebut, mobile mosque bisa digunakan di berbagai lokasi besar seperti stadion, festival, atau area yang belum memiliki masjid terdekat.

Jejak Mobile Mosque di Event Internasional

Sejak debutnya, mobile mosque telah hadir di sejumlah acara besar, di antaranya:

  • Rugby World Cup Jepang 2019

  • Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020

  • Demonstrasi publik di Tokyo Tower (September 2025) yang turut dihadiri warga Indonesia

Kehadiran masjid berjalan ini dinilai sebagai wujud keramahan Jepang (omotenashi) dalam menyambut wisatawan muslim dari seluruh dunia.

Target Produksi di Indonesia

Inoue mengungkapkan, pihaknya kini menargetkan produksi mobile mosque di Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Versi yang akan dikembangkan berkapasitas sekitar 25 orang, dengan desain lebih ramping dan sederhana namun tetap nyaman.

Biaya pembuatan satu unit mobile mosque diperkirakan mencapai 140 juta yen (sekitar Rp13 miliar). Selain pembelian unit, Yasu Project juga menyediakan layanan sewa dengan tarif sekitar 800 ribu yen per hari, sudah termasuk biaya operasional.

Untuk mendukung keberlangsungan proyek, perusahaan meluncurkan inisiatif Mobile Mosque Peace Contribution Project yang mengajak kerja sama berbagai pihak dari dunia Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret

13 March 2026 - 21:08 WIB

Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik

13 March 2026 - 18:00 WIB

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

13 March 2026 - 10:10 WIB

Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

12 March 2026 - 12:10 WIB

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Trending on News