Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Kementerian Pendidikan Setuju Akan Batasi Bantuan Hidup Mahasiswa Phd Hanya untuk WN Jepang Mulai 2027

badge-check


					Kementerian Pendidikan Setuju Akan Batasi Bantuan Hidup Mahasiswa Phd Hanya untuk WN Jepang Mulai 2027 Perbesar

Kementerian Pendidikan Jepang melalui komite sumber daya manusianya menyetujui rencana untuk membatasi bantuan biaya hidup program doktoral hanya bagi mahasiswa berkewarganegaraan Jepang, yang akan mulai diterapkan paling cepat pada tahun ajaran 2027.

Program bantuan ini dikenal sebagai inisiatif SPRING (Support for Pioneering Research Initiated by the Next Generation) yang diluncurkan pada tahun ajaran 2021 oleh Japan Science and Technology Agency. Program ini memberikan dana hingga 2,9 juta yen per tahun (sekitar Rp300 juta) untuk menunjang biaya hidup dan penelitian mahasiswa doktoral.

Pada tahun ajaran 2024, dari total 10.564 penerima bantuan, sekitar 40% (4.125 orang) merupakan mahasiswa internasional, dengan mayoritas berasal dari Tiongkok (3.151 orang). Hal ini menimbulkan kritik dari sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDP) dan pihak lainnya.

Sebagai respons, kementerian mengusulkan pembatasan bahwa bantuan biaya hidup hingga 2,4 juta yen per tahun hanya akan diberikan kepada mahasiswa Jepang. Namun, bantuan dana penelitian tetap akan tersedia untuk mahasiswa internasional. Selain itu, cakupan bantuan penelitian akan diperluas agar mencakup mahasiswa yang bekerja dan memiliki penghasilan tetap, yang sebelumnya tidak memenuhi syarat.

Sementara itu, sebanyak 19.300 tanda tangan dari masyarakat yang menentang kebijakan ini diserahkan ke kementerian pada hari yang sama, bersama dengan aksi protes yang menyuarakan, “Jangan diskriminasi mahasiswa berdasarkan kewarganegaraan.

Seorang pejabat kementerian menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memprioritaskan dukungan bagi mahasiswa Jepang yang melanjutkan ke program doktoral. Namun, kementerian juga mengakui pentingnya peran mahasiswa internasional dan berencana menyusun kebijakan terpisah untuk mendukung mereka.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News