Menu

Dark Mode
WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September

News

Kementerian Pendidikan Setuju Akan Batasi Bantuan Hidup Mahasiswa Phd Hanya untuk WN Jepang Mulai 2027

badge-check


					Kementerian Pendidikan Setuju Akan Batasi Bantuan Hidup Mahasiswa Phd Hanya untuk WN Jepang Mulai 2027 Perbesar

Kementerian Pendidikan Jepang melalui komite sumber daya manusianya menyetujui rencana untuk membatasi bantuan biaya hidup program doktoral hanya bagi mahasiswa berkewarganegaraan Jepang, yang akan mulai diterapkan paling cepat pada tahun ajaran 2027.

Program bantuan ini dikenal sebagai inisiatif SPRING (Support for Pioneering Research Initiated by the Next Generation) yang diluncurkan pada tahun ajaran 2021 oleh Japan Science and Technology Agency. Program ini memberikan dana hingga 2,9 juta yen per tahun (sekitar Rp300 juta) untuk menunjang biaya hidup dan penelitian mahasiswa doktoral.

Pada tahun ajaran 2024, dari total 10.564 penerima bantuan, sekitar 40% (4.125 orang) merupakan mahasiswa internasional, dengan mayoritas berasal dari Tiongkok (3.151 orang). Hal ini menimbulkan kritik dari sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDP) dan pihak lainnya.

Sebagai respons, kementerian mengusulkan pembatasan bahwa bantuan biaya hidup hingga 2,4 juta yen per tahun hanya akan diberikan kepada mahasiswa Jepang. Namun, bantuan dana penelitian tetap akan tersedia untuk mahasiswa internasional. Selain itu, cakupan bantuan penelitian akan diperluas agar mencakup mahasiswa yang bekerja dan memiliki penghasilan tetap, yang sebelumnya tidak memenuhi syarat.

Sementara itu, sebanyak 19.300 tanda tangan dari masyarakat yang menentang kebijakan ini diserahkan ke kementerian pada hari yang sama, bersama dengan aksi protes yang menyuarakan, “Jangan diskriminasi mahasiswa berdasarkan kewarganegaraan.

Seorang pejabat kementerian menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memprioritaskan dukungan bagi mahasiswa Jepang yang melanjutkan ke program doktoral. Namun, kementerian juga mengakui pentingnya peran mahasiswa internasional dan berencana menyusun kebijakan terpisah untuk mendukung mereka.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

26 August 2026 - 10:10 WIB

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News