Pusat ujian SIM di Kota Chiba, Jepang, akan menghentikan sementara ujian teori berbahasa Vietnam mulai 16 Oktober 2026. Keputusan ini diambil setelah seorang perempuan warga Vietnam diduga menyimpan foto soal ujian SIM yang seharusnya tidak boleh difoto atau disebarluaskan.
Insiden tersebut terjadi pada 13 Oktober di pusat ujian SIM di Distrik Mihama, Kota Chiba. Perempuan berusia 29 tahun itu baru saja menyerahkan lembar jawaban ujian SIM sepeda motor kelas standar ketika ia mengeluarkan ponsel dan memotret papan tulis di depan ruangan.
Petugas kemudian menegurnya dan memeriksa galeri foto ponselnya. Mereka menemukan foto papan tulis serta empat gambar lain yang memuat sejumlah soal ujian teori berbahasa Vietnam, lengkap dengan tanda centang dan silang.
Saat ditanya asal soal tersebut, perempuan itu mengaku mencarinya menggunakan ChatGPT. Namun, pihak pusat ujian menduga gambar-gambar tersebut merupakan foto soal dari ujian sebelumnya yang diperoleh dari orang lain. Perempuan itu diketahui baru pertama kali mengikuti ujian tersebut.
Akibat kejadian ini, ujian teori SIM berbahasa Vietnam di Chiba akan dihentikan sementara hingga kumpulan soal baru disiapkan. Pihak penyelenggara khawatir soal yang masih digunakan telah difoto dan dibagikan secara ilegal.
Sebelumnya, Jepang memperketat ujian bagi warga asing yang ingin menukar SIM dari negara asal menjadi SIM Jepang pada Oktober 2025. Perubahan tersebut membuat tingkat kelulusan turun dari lebih dari 90 persen menjadi sekitar 33 persen. Namun, belum diketahui apakah perempuan dalam kasus ini sedang mengikuti ujian untuk menukar SIM Vietnam atau ujian SIM biasa di Jepang.
Sc : SN24








