Universitas Hirosaki dan Japan Surgical Society mengumumkan bahwa mereka telah melakukan operasi terhadap lima pasien kanker usus menggunakan robot bedah yang dikendalikan dari jarak jauh sejak Agustus 2026. Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi kekurangan dokter dan ketimpangan distribusi tenaga medis di berbagai wilayah Jepang.
Operasi tersebut dilakukan oleh dokter dari Hirosaki University Hospital dan Tsugaru General Hospital di Prefektur Aomori, Jepang timur laut. Dalam setiap prosedur, seorang dokter mengoperasikan robot bedah bernama hinotori, yang dikembangkan perusahaan Jepang Medicaroid Corp., dengan bantuan dokter lain yang mengendalikan robot yang sama dari lokasi berbeda.
Menurut pihak universitas dan Japan Surgical Society, ini merupakan penerapan klinis pertama di Jepang yang melibatkan dokter di lokasi berbeda dalam operasi robotik jarak jauh. Seluruh lima operasi dilaporkan berhasil dilakukan.
Mereka berencana melakukan beberapa operasi tambahan hingga Maret 2027 untuk memastikan keamanan metode tersebut. Setelah itu, mereka akan mengajukan persetujuan regulasi serta mengupayakan agar prosedur ini ditanggung asuransi kesehatan nasional Jepang.
Masaki Mori, profesor Universitas Tokai sekaligus pimpinan komite promosi bedah jarak jauh Japan Surgical Society, mengatakan bahwa tujuan utama teknologi ini adalah mengurangi kesenjangan layanan bedah antarwilayah. Mereka berharap operasi robotik jarak jauh dapat digunakan secara komersial dalam sekitar dua tahun.
Teknologi ini diharapkan dapat memperluas akses pasien terhadap layanan operasi tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk bepergian jauh demi mendapatkan perawatan.
Sc : JT










