Menu ✖

Dark Mode
Jepang Kembangkan Mesin Kapal Berbahan Bakar Hidrogen, Diklaim Pangkas Emisi CO₂ Lebih dari 95 Persen Jepang Kekurangan Guru Bahasa Jepang untuk Pekerja Asing, Jelang Penerapan Sistem Baru 2027 Jepang Uji Coba Robot Tempat Sampah Keliling di Stasiun Shinjuku Populasi Hokkaido Turun di Bawah 5 Juta Jiwa, Penurunan Terbesar di Jepang Kunjungan Wisatawan Asing ke Jepang Turun 5 Persen, Turis China Terus Berkurang Kebakaran Power Bank Picu Sedikitnya 36 Gangguan Perjalanan Kereta di Jepang dalam 10 Tahun

News

Jepang Kembangkan Mesin Kapal Berbahan Bakar Hidrogen, Diklaim Pangkas Emisi CO₂ Lebih dari 95 Persen

badge-check


					Jepang Kembangkan Mesin Kapal Berbahan Bakar Hidrogen, Diklaim Pangkas Emisi CO₂ Lebih dari 95 Persen Perbesar

Perusahaan manufaktur mesin kapal asal Jepang, Japan Engine Corp., mengembangkan mesin berbahan bakar hidrogen untuk kapal komersial berukuran besar. Perusahaan tersebut mengklaim mesin ini sebagai yang pertama di dunia untuk kategori tersebut dan mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO₂) lebih dari 95 persen dibandingkan mesin konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak berat.

Mesin tersebut diperkenalkan pada awal September. Rencananya, mesin akan dipasang pada sebuah kapal serbaguna yang dibangun oleh Onomichi Dockyard Co. Sementara itu, perusahaan pelayaran Mitsui O.S.K. Lines Ltd. diperkirakan akan memulai pengujian demonstrasi mesin di atas kapal pada April 2028.

Untuk memastikan hidrogen dapat terbakar secara stabil, mesin ini menggunakan sistem injeksi langsung bertekanan tinggi. Hidrogen memiliki karakteristik mudah bocor dan sangat mudah terbakar sehingga sistem keselamatan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangannya.

Salah satu langkah pengamanan yang diterapkan adalah penggunaan pipa berdinding ganda pada jalur pasokan hidrogen. Desain tersebut ditujukan untuk meningkatkan keamanan dalam penyaluran bahan bakar.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, Japan Engine yang berbasis di Kota Akashi, Prefektur Hyogo, Jepang bagian barat, juga menyelesaikan mesin komersial berbahan bakar amonia yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Hidrogen dan amonia sama-sama dipandang sebagai calon bahan bakar generasi berikutnya untuk kapal komersial berukuran besar. Meski demikian, keduanya masih menghadapi tantangan sebelum dapat digunakan secara luas.

Penggunaan hidrogen terkendala biaya yang tinggi dan adopsi yang masih lambat. Sementara itu, amonia membutuhkan prosedur keselamatan yang ketat karena bersifat beracun.

Pengembangan bahan bakar alternatif ini sejalan dengan target Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk mencapai emisi gas rumah kaca bersih nol pada 2050. Pemerintah Jepang juga mendukung berbagai upaya untuk mengurangi emisi dari sektor pelayaran.

Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi mesin berbahan bakar hidrogen dan amonia berpotensi membantu industri pelayaran mengurangi dampak lingkungannya. Namun, penerapan komersialnya masih bergantung pada aspek keselamatan, biaya, dan kesiapan penggunaan bahan bakar tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Kekurangan Guru Bahasa Jepang untuk Pekerja Asing, Jelang Penerapan Sistem Baru 2027

26 October 2026 - 07:25 WIB

Populasi Hokkaido Turun di Bawah 5 Juta Jiwa, Penurunan Terbesar di Jepang

23 October 2026 - 18:10 WIB

Kunjungan Wisatawan Asing ke Jepang Turun 5 Persen, Turis China Terus Berkurang

23 October 2026 - 13:10 WIB

Kebakaran Power Bank Picu Sedikitnya 36 Gangguan Perjalanan Kereta di Jepang dalam 10 Tahun

23 October 2026 - 10:10 WIB

Tertarik Gabung? Akademi Ninja di Ibaraki Jepang Buka Pelatihan untuk Pemula

23 October 2026 - 06:33 WIB

Trending on News