Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Jepang Mulai Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35B di Miyazaki

badge-check


					Jepang Mulai Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35B di Miyazaki Perbesar

Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) mulai mengerahkan jet tempur siluman F-35B di wilayah barat daya pada Kamis, dalam langkah yang tampaknya mempersiapkan operasi dari kapal induk, seiring meningkatnya aktivitas militer di perairan sekitar.

Tiga unit F-35B yang dikemudikan personel Amerika Serikat terbang dari Guam menuju Pangkalan Udara Nyutabaru di Prefektur Miyazaki, dengan salah satunya melakukan pendaratan vertikal. ASDF berencana membeli total 42 F-35B dan menempatkan delapan unit di pangkalan tersebut pada Maret mendatang.

Rencana latihan penerbangan jet buatan AS yang mampu lepas landas dari landasan pendek dan mendarat secara vertikal itu telah memicu penolakan warga karena masalah kebisingan. Awalnya, latihan ini dijadwalkan berlangsung di Pulau Mage, Prefektur Kagoshima, setelah rampungnya pembangunan pangkalan dengan landasan pacu untuk Pasukan Bela Diri.

Namun, Kementerian Pertahanan pada Februari lalu memutuskan memindahkan lokasi latihan ke Nyutabaru karena keterlambatan konstruksi. Gubernur Miyazaki, Shunji Kono, menyatakan kekecewaan karena F-35B akan berbasis di sana “tanpa langkah untuk mengurangi beban warga.”

Sekitar 50 orang menggelar aksi protes di dekat pangkalan, membawa poster penolakan. Tsukasa Ebihara (71) menilai keputusan itu sebagai “pengkhianatan” pemerintah, setelah sebelumnya ada kesepakatan bahwa latihan pendaratan vertikal tidak akan dilakukan di Nyutabaru.

Jepang sendiri tengah memodifikasi dua kapal induk helikopter kelas Izumo menjadi kapal induk de facto, termasuk dengan pelapisan dek tahan panas. Keputusan untuk mengakomodasi F-35B di kedua kapal tersebut diambil pada 2018, ketika pemerintah merevisi pedoman pertahanan nasional sebagai respons terhadap meningkatnya ketegasan militer Tiongkok di udara dan perairan sekitar Jepang, termasuk Laut Cina Timur.

Kepemilikan kapal induk di Jepang sejak lama menjadi isu kontroversial, karena pemerintah berpendapat bahwa “kapal induk penyerang” dapat dianggap sebagai senjata ofensif yang melampaui lingkup pertahanan diri sesuai Konstitusi pascaperang yang bersifat pasifis.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News