Menu ✖

Dark Mode
Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini Jepang Siapkan Dana ¥1,1 Triliun untuk Menahan Kenaikan Harga Bensin Toyota dan Waymo Siapkan Taksi Tanpa Sopir di Jepang Mulai 2027 Jepang Perketat Aturan Halloween, Shibuya hingga Nagoya Batasi Kerumunan Manga Horor School-Live! Resmi Terbit di Indonesia, Kisahkan Siswi yang Bertahan dari Wabah Zombi Tetsuya Chiba, Kreator Manga Legendaris Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

News

Jepang Percepat Sistem Izin Masuk Digital di Bandara untuk Turis Asing, Cegah Overstay & Terorisme

badge-check


					Jepang Percepat Sistem Izin Masuk Digital di Bandara untuk Turis Asing, Cegah Overstay & Terorisme Perbesar

Tokyo — Jepang akan mempercepat penerapan sistem otorisasi perjalanan elektronik mirip ESTA milik Amerika Serikat ke tahun fiskal yang berakhir Maret 2029, lebih cepat dari rencana semula yaitu tahun 2030. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat secara signifikan.

Menteri Kehakiman Keisuke Suzuki menyampaikan dalam sidang Komite Urusan Yudisial DPR Jepang:

“Kami berharap bisa mencegah masuknya warga negara asing yang tidak diinginkan, seperti teroris atau mereka yang menyalahgunakan izin tinggal jangka pendek menjadi overstay.”

Pada saat yang sama, Suzuki menekankan bahwa sistem ini juga akan mempermudah proses imigrasi:

“Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, penting juga untuk mempercepat dan menyederhanakan proses masuk ke Jepang demi mendukung pariwisata.”

Sistem Baru: Versi Jepang dari ESTA

Sistem ini akan memungkinkan wisatawan bebas visa untuk mengajukan sertifikasi secara online sebelum datang ke Jepang. Sertifikasi akan mencakup detail perjalanan dan digunakan sebagai syarat masuk negara.

Keunggulan sistem:

  • Imigrasi tanpa petugas: Wisatawan dapat masuk melalui gerbang otomatis di bandara.

  • Penguatan keamanan: Sistem ini juga dirancang untuk menolak masuk individu dalam daftar hitam, sebagai bagian dari upaya pencegahan terorisme.

Jepang mencatat rekor 36,78 juta wisatawan asing pada tahun 2024, jauh melebihi proyeksi awal. Dengan target jangka panjang mencapai 60 juta pengunjung per tahun pada 2030, pemerintah merasa perlu mempercepat jadwal peluncuran sistem ini.

Sebagai pembanding, negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Korea Selatan, dan Inggris telah menerapkan sistem serupa, dan Uni Eropa berencana menerapkannya pada 2026.

Hingga Januari lalu, Kementerian Kehakiman Jepang mencatat sebanyak 74.863 orang asing berstatus overstay ilegal. Dengan sistem baru ini, diharapkan Jepang dapat menyaring lebih baik calon pengunjung, tanpa menghambat pertumbuhan sektor pariwisata.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini

31 October 2026 - 10:30 WIB

Jepang Siapkan Dana ¥1,1 Triliun untuk Menahan Kenaikan Harga Bensin

31 October 2026 - 10:10 WIB

Jepang Perketat Aturan Halloween, Shibuya hingga Nagoya Batasi Kerumunan

30 October 2026 - 14:23 WIB

Tetsuya Chiba, Kreator Manga Legendaris Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

29 October 2026 - 10:10 WIB

Beredar Info Jepang Keluarkan Imbauan Mitigasi Bencana, Warga Diimbau Siapkan Kebutuhan Dasar untuk 3–7 Hari

28 October 2026 - 13:14 WIB

Trending on News