Menu

Dark Mode
Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI Arc Baru Re Season 4 Mulai Tayang 12 Agustus Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik? Film Chiikawa Resmi Tayang di Indonesia Mulai 28 Agustus Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang

News

Jepang Percepat Sistem Izin Masuk Digital di Bandara untuk Turis Asing, Cegah Overstay & Terorisme

badge-check


					Jepang Percepat Sistem Izin Masuk Digital di Bandara untuk Turis Asing, Cegah Overstay & Terorisme Perbesar

Tokyo — Jepang akan mempercepat penerapan sistem otorisasi perjalanan elektronik mirip ESTA milik Amerika Serikat ke tahun fiskal yang berakhir Maret 2029, lebih cepat dari rencana semula yaitu tahun 2030. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat secara signifikan.

Menteri Kehakiman Keisuke Suzuki menyampaikan dalam sidang Komite Urusan Yudisial DPR Jepang:

“Kami berharap bisa mencegah masuknya warga negara asing yang tidak diinginkan, seperti teroris atau mereka yang menyalahgunakan izin tinggal jangka pendek menjadi overstay.”

Pada saat yang sama, Suzuki menekankan bahwa sistem ini juga akan mempermudah proses imigrasi:

“Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, penting juga untuk mempercepat dan menyederhanakan proses masuk ke Jepang demi mendukung pariwisata.”

Sistem Baru: Versi Jepang dari ESTA

Sistem ini akan memungkinkan wisatawan bebas visa untuk mengajukan sertifikasi secara online sebelum datang ke Jepang. Sertifikasi akan mencakup detail perjalanan dan digunakan sebagai syarat masuk negara.

Keunggulan sistem:

  • Imigrasi tanpa petugas: Wisatawan dapat masuk melalui gerbang otomatis di bandara.

  • Penguatan keamanan: Sistem ini juga dirancang untuk menolak masuk individu dalam daftar hitam, sebagai bagian dari upaya pencegahan terorisme.

Jepang mencatat rekor 36,78 juta wisatawan asing pada tahun 2024, jauh melebihi proyeksi awal. Dengan target jangka panjang mencapai 60 juta pengunjung per tahun pada 2030, pemerintah merasa perlu mempercepat jadwal peluncuran sistem ini.

Sebagai pembanding, negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Korea Selatan, dan Inggris telah menerapkan sistem serupa, dan Uni Eropa berencana menerapkannya pada 2026.

Hingga Januari lalu, Kementerian Kehakiman Jepang mencatat sebanyak 74.863 orang asing berstatus overstay ilegal. Dengan sistem baru ini, diharapkan Jepang dapat menyaring lebih baik calon pengunjung, tanpa menghambat pertumbuhan sektor pariwisata.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI

8 August 2026 - 19:51 WIB

Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu

6 August 2026 - 13:13 WIB

Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang

6 August 2026 - 10:10 WIB

Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun

4 August 2026 - 20:24 WIB

Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus

4 August 2026 - 13:10 WIB

Trending on News