Menu

Dark Mode
Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan Board Game Naruto Shippuden Battle Resmi Dibuka untuk Crowdfunding Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

News

Jepang Percepat Sistem Izin Masuk Digital di Bandara untuk Turis Asing, Cegah Overstay & Terorisme

badge-check


					Jepang Percepat Sistem Izin Masuk Digital di Bandara untuk Turis Asing, Cegah Overstay & Terorisme Perbesar

Tokyo — Jepang akan mempercepat penerapan sistem otorisasi perjalanan elektronik mirip ESTA milik Amerika Serikat ke tahun fiskal yang berakhir Maret 2029, lebih cepat dari rencana semula yaitu tahun 2030. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat secara signifikan.

Menteri Kehakiman Keisuke Suzuki menyampaikan dalam sidang Komite Urusan Yudisial DPR Jepang:

“Kami berharap bisa mencegah masuknya warga negara asing yang tidak diinginkan, seperti teroris atau mereka yang menyalahgunakan izin tinggal jangka pendek menjadi overstay.”

Pada saat yang sama, Suzuki menekankan bahwa sistem ini juga akan mempermudah proses imigrasi:

“Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, penting juga untuk mempercepat dan menyederhanakan proses masuk ke Jepang demi mendukung pariwisata.”

Sistem Baru: Versi Jepang dari ESTA

Sistem ini akan memungkinkan wisatawan bebas visa untuk mengajukan sertifikasi secara online sebelum datang ke Jepang. Sertifikasi akan mencakup detail perjalanan dan digunakan sebagai syarat masuk negara.

Keunggulan sistem:

  • Imigrasi tanpa petugas: Wisatawan dapat masuk melalui gerbang otomatis di bandara.

  • Penguatan keamanan: Sistem ini juga dirancang untuk menolak masuk individu dalam daftar hitam, sebagai bagian dari upaya pencegahan terorisme.

Jepang mencatat rekor 36,78 juta wisatawan asing pada tahun 2024, jauh melebihi proyeksi awal. Dengan target jangka panjang mencapai 60 juta pengunjung per tahun pada 2030, pemerintah merasa perlu mempercepat jadwal peluncuran sistem ini.

Sebagai pembanding, negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Korea Selatan, dan Inggris telah menerapkan sistem serupa, dan Uni Eropa berencana menerapkannya pada 2026.

Hingga Januari lalu, Kementerian Kehakiman Jepang mencatat sebanyak 74.863 orang asing berstatus overstay ilegal. Dengan sistem baru ini, diharapkan Jepang dapat menyaring lebih baik calon pengunjung, tanpa menghambat pertumbuhan sektor pariwisata.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

19 September 2026 - 12:10 WIB

Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan

19 September 2026 - 10:10 WIB

Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan

18 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

18 September 2026 - 06:31 WIB

Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang

16 September 2026 - 13:30 WIB

Trending on News