Menjelang perayaan Halloween, sejumlah pemerintah daerah di Jepang memperketat langkah pengamanan di kawasan hiburan utama. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan yang lebih besar tahun ini karena Halloween jatuh pada hari Sabtu.
Halloween bukan perayaan tradisional di Jepang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, acara ini berkembang menjadi perayaan besar di kawasan perkotaan, terutama di distrik Shibuya, Tokyo. Banyak orang berkostum berkumpul untuk merayakannya di jalanan.
Namun, perayaan tersebut semakin sering dikaitkan dengan berbagai gangguan ketertiban, seperti konsumsi alkohol di jalan, membuang sampah sembarangan, hingga keributan. Kekhawatiran meningkat setelah sebuah truk kecil dibalikkan oleh kerumunan saat perayaan Halloween di Shibuya pada 2018.
Shibuya telah menerapkan larangan minum alkohol di jalanan dan denda sebesar ¥2.000 bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan. Tahun ini, pemerintah distrik juga berencana menambah jumlah petugas patroli.
Langkah serupa dilakukan di sejumlah wilayah lain. Distrik Shinjuku di Tokyo, Nagoya, dan Fukuoka turut memperketat pembatasan, termasuk terkait konsumsi alkohol dan akses ke kawasan yang berpotensi dipadati pengunjung.
Jumlah kerumunan di sekitar Shibuya Center-Gai, salah satu lokasi utama berkumpulnya pengunjung Halloween, tercatat menurun dari sekitar 20.000 orang pada 2024 menjadi sekitar 4.500 orang pada 2025. Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh hujan.
Wali Kota Shibuya Ken Hasebe berharap antusiasme berlebihan terhadap Halloween di wilayahnya semakin berkurang. Ia menyebut tahun ini sebagai titik penting untuk melihat perkembangan perayaan tersebut.
Sementara itu, Nagoya telah membatasi akses malam hari ke sejumlah bagian kompleks komersial di pusat kota sejak 2021, menyusul laporan perkelahian dan pencurian saat Halloween. Kebijakan serupa juga akan diterapkan tahun ini.
Di Fukuoka, akses masuk ke Taman Kego di kawasan hiburan Tenjin telah dibatasi sejak Selasa, mulai pukul 17.00. Pemerintah setempat juga berupaya mencegah kerumunan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Sc : KN








