Menu ✖

Dark Mode
Tetsuya Chiba, Kreator Manga Legendaris Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun Anime Ranma ½ Remake MAPPA Adaptasi Arc Breaking Point, Pertarungan Ranma vs Ryoga Jadi Sorotan Beredar Info Jepang Keluarkan Imbauan Mitigasi Bencana, Warga Diimbau Siapkan Kebutuhan Dasar untuk 3–7 Hari Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Meninggal Dunia pada Usia 90 Tahun Anime Patlabor EZY Bakal Diadaptasi Menjadi Novel pada 2027 Jepang Targetkan Investasi 1 Triliun Yen di Bangladesh dalam 5 Tahun

News

Tetsuya Chiba, Kreator Manga Legendaris Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

badge-check


					ƒ}ƒ“ƒKEƒAƒjƒEƒQ[ƒ€‚ÉŠÖ‚·‚é‹cˆõ˜A–¿‚É‚æ‚éŠÝ“cŽñ‘Š‚Ö‚Ì‚µ“ü‚ê‚É—Õ‚Þ–Ÿ‰æ‰Æ‚Ì‚¿‚΂Â₳‚ñ‚P“úAŽñ‘ŠŠ¯“@@@ Perbesar

ƒ}ƒ“ƒKEƒAƒjƒEƒQ[ƒ€‚ÉŠÖ‚·‚é‹cˆõ˜A–¿‚É‚æ‚éŠÝ“cŽñ‘Š‚Ö‚Ì‚µ“ü‚ê‚É—Õ‚Þ–Ÿ‰æ‰Æ‚Ì‚¿‚΂Â₳‚ñ‚P“úAŽñ‘ŠŠ¯“@@@

Mangaka legendaris Jepang, Tetsuya Chiba, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Tokyo pada Kamis pekan lalu dalam usia 87 tahun. Kabar tersebut disampaikan oleh Asosiasi Kartunis Jepang. Chiba dikenal luas sebagai ilustrator manga tinju klasik Ashita no Joe yang kisahnya menggambarkan kehidupan masyarakat Jepang pascaperang.

Dalam manga tersebut, Chiba menggarap ilustrasi dari cerita yang ditulis oleh Asao Takamori. Karya ini mengikuti perjalanan seorang anak yatim piatu yang berjuang meniti karier sebagai petinju profesional. Manga tersebut kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul Ashita no Joe: Fighting for Tomorrow.

Lahir di Tokyo, Chiba pindah bersama keluarganya ke Manchuria, wilayah yang kini berada di bagian timur laut China, saat masih kecil. Keluarganya kembali ke Jepang setelah negara tersebut menyerah pada Perang Dunia II.

Chiba memulai debutnya sebagai mangaka pada 1956. Pada awal kariernya, ia membuat manga untuk pembaca perempuan sebelum beralih ke karya yang menyasar pembaca laki-laki. Namanya kemudian semakin dikenal melalui manga bertema olahraga.

Ashita no Joe mulai diterbitkan secara berseri dalam majalah Weekly Shonen Magazine pada edisi bertanggal 1 Januari 1968. Popularitasnya begitu besar hingga para penggemar pernah menggelar upacara pemakaman simbolis untuk salah satu rival fiktif sang tokoh utama.

Sejak dekade 1970-an, Chiba terus menghasilkan berbagai karya dengan latar kehidupan sekolah dan olahraga. Salah satu manga populernya adalah Ore wa Teppei, yang mengangkat kisah seorang anak laki-laki dan perjalanannya di dunia olahraga.

Selain berkarya, Chiba juga aktif menyuarakan perdamaian. Pada 1995, ia bersama sejumlah mangaka lain menerbitkan kumpulan kisah pengalaman pribadi mereka saat dipulangkan dari Manchuria setelah perang. Ia terus menyuarakan penolakan terhadap perang sepanjang hidupnya.

Chiba menjabat sebagai ketua Asosiasi Kartunis Jepang selama enam tahun, mulai 2012. Pada 2022, ia menjadi salah satu mangaka pertama yang terpilih sebagai anggota Japan Art Academy berkat kontribusinya terhadap perkembangan komik bertema olahraga.

Penghargaan besar lainnya datang pada 2024, ketika Chiba menjadi mangaka pertama yang menerima Order of Culture, salah satu penghargaan budaya paling bergengsi di Jepang. Saat itu, ia menyatakan bangga karena penghargaan tersebut turut menyoroti karya para kreator manga dan membantu mengangkat manga sebagai genre yang dihormati.

Chiba merupakan bagian dari generasi mangaka berpengaruh di Jepang. Tokoh lain dari generasi yang sama antara lain Takao Saito, pencipta Golgo 13, serta Leiji Matsumoto, yang dikenal melalui Galaxy Express 999. Kepergian Chiba meninggalkan warisan penting bagi perkembangan manga, khususnya karya bertema olahraga.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Beredar Info Jepang Keluarkan Imbauan Mitigasi Bencana, Warga Diimbau Siapkan Kebutuhan Dasar untuk 3–7 Hari

28 October 2026 - 13:14 WIB

Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Meninggal Dunia pada Usia 90 Tahun

28 October 2026 - 12:10 WIB

Jepang Targetkan Investasi 1 Triliun Yen di Bangladesh dalam 5 Tahun

28 October 2026 - 10:10 WIB

Pria Asal Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Yamanashi Lewat Program Tokutei Ginou

27 October 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan Mesin Kapal Berbahan Bakar Hidrogen, Diklaim Pangkas Emisi CO₂ Lebih dari 95 Persen

26 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News