Menu

Dark Mode
Manga One-Shot Perdana Kreator Gintama “Dandelion” Dapat Adaptasi Anime, Tayang April di Netflix PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran Jepang Batasi Power Bank di Pesawat Maksimal Dua per Penumpang, Dilarang Digunakan Saat Terbang Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik Film Anime Perdana Chiikawa Tayang 24 Juli, Angkat Arc “Pulau Putri Duyung” Drama Live-Action Solitary Gourmet Umumkan Season 11, Tayang April 2026

News

JR Central Daur Ulang Kereta Shinkansen Pensiun Jadi Aluminium Murni untuk Kereta Baru hingga Tongkat Bisbol

badge-check


					JR Central Daur Ulang Kereta Shinkansen Pensiun Jadi Aluminium Murni untuk Kereta Baru hingga Tongkat Bisbol Perbesar

Operator kereta peluru shinkansen Jepang meningkatkan upayanya dalam mendaur ulang rangkaian kereta yang telah dipensiunkan dengan menggunakan metode berpaten untuk menghilangkan lapisan cat dan residu lainnya, serta mengekstraksi paduan aluminium berkualitas tinggi.

Central Japan Railway Co., operator jalur Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Osaka, kini memanfaatkan aluminium hasil daur ulang tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari pembuatan kereta baru hingga produk seperti tongkat bisbol.

Perusahaan yang berbasis di Nagoya dan dikenal sebagai JR Central itu menyatakan bahwa inisiatif ini mampu secara signifikan mengurangi emisi karbon dioksida dibandingkan produksi aluminium baru, sehingga membantu menekan dampak terhadap lingkungan.

Sebelumnya, kereta shinkansen yang sudah tidak digunakan umumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan penghilang oksigen dalam proses pembuatan baja, karena lapisan cat, isolasi panas, dan perekatnya dianggap sulit untuk dilepas.

Anak perusahaan properti JR Central di Tokyo sebenarnya telah mencoba menghilangkan lapisan tersebut sejak 2018, namun upaya itu menemui berbagai kendala, termasuk tingginya biaya yang dibutuhkan.

Terobosan baru datang pada 2020, ketika unit tersebut memperoleh paten atas metode yang memungkinkan ekstraksi aluminium bebas kotoran secara efisien. Proses ini menggunakan mesin penghancur dan peralatan lain untuk mengolah kereta bekas menjadi serpihan kecil.

Menurut JR Central, mendaur ulang aluminium dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 97 persen dibandingkan memproduksi aluminium baru, atau setara dengan sekitar sembilan ton CO2 per satu ton aluminium.

Sejak itu, material hasil daur ulang telah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembuatan kereta shinkansen baru, fasilitas stasiun, hotel, apartemen, hingga produk sehari-hari seperti sendok.

“Kami ingin berkontribusi pada perlindungan lingkungan dengan mempercepat upaya menuju netralitas karbon dan sirkulasi sumber daya,” ujar Naoya Nobayashi, salah satu karyawan JR Central.

Sc ; kyodonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Manga One-Shot Perdana Kreator Gintama “Dandelion” Dapat Adaptasi Anime, Tayang April di Netflix

28 February 2026 - 17:10 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran

28 February 2026 - 13:10 WIB

Jepang Batasi Power Bank di Pesawat Maksimal Dua per Penumpang, Dilarang Digunakan Saat Terbang

28 February 2026 - 12:10 WIB

Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik

28 February 2026 - 07:32 WIB

Angka Kelahiran di Jepang Anjlok ke 705 Ribu pada 2025, Terendah Sejak 1899

27 February 2026 - 12:10 WIB

Trending on News