Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

News

Kastel Jepang Mulai Rapuh Dimakan Usia, Biaya Bangun Ulang Bisa Tembus Rp2 Triliun!

badge-check


					Kastel Jepang Mulai Rapuh Dimakan Usia, Biaya Bangun Ulang Bisa Tembus Rp2 Triliun! Perbesar

Sejumlah kastel ikonik di Jepang kini menghadapi dilema besar. Banyak bangunan utama kastel yang dibangun ulang menggunakan beton setelah hancur akibat Perang Dunia II kini mulai menua dan dinilai rentan terhadap gempa bumi.

Salah satunya adalah Kastel Hiroshima yang ditutup sejak Maret lalu karena masalah ketahanan gempa. Kastel yang menjadi simbol kota tersebut awalnya dibangun pada akhir abad ke-16 oleh Mori Terumoto, namun hancur akibat bom atom tahun 1945 dan dibangun kembali dengan struktur beton pada 1958.

Pemerintah Kota Hiroshima kini mempertimbangkan dua pilihan: memperbaiki bangunan beton yang ada atau membangun kembali kastel kayu seperti bentuk aslinya. Namun, rekonstruksi kayu diperkirakan baru bisa selesai paling cepat pada tahun fiskal 2049 dengan biaya mencapai sekitar 19,5 miliar yen (sekitar Rp2 triliun).

Masalah serupa juga terjadi di Kastel Nagoya dan Kastel Wakayama. Sementara itu, Kota Okayama memilih merenovasi kastelnya yang berbahan beton dan berhasil meningkatkan jumlah pengunjung setelah perbaikan selesai.

Para ahli menilai rekonstruksi kayu memang jauh lebih mahal, tetapi mampu memberikan pengalaman yang lebih autentik dan mendekati bentuk kastel asli pada masa lalu. Di sisi lain, renovasi bangunan beton dianggap lebih cepat dan lebih terjangkau.

Perdebatan mengenai masa depan kastel-kastel bersejarah ini pun terus berlanjut, antara menjaga keaslian sejarah atau memilih solusi yang lebih realistis dari sisi biaya dan waktu.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam

20 July 2026 - 14:10 WIB

Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka

20 July 2026 - 10:50 WIB

Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026

20 July 2026 - 10:48 WIB

Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang

20 July 2026 - 10:43 WIB

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News