Menu

Dark Mode
Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030 Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat Demo Digimon Story Time Stranger untuk Nintendo Switch dan Switch 2 Sudah Tersedia Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

News

Kasus Pelecehan Anak di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi di 2023

badge-check


					young girl sitting down alone in the dark. Perbesar

young girl sitting down alone in the dark.

Jumlah kasus pelecehan anak yang ditangani oleh pusat kesejahteraan anak di Jepang mencapai 225.509 kasus pada tahun fiskal 2023, angka tertinggi dalam sejarah, menurut data pemerintah yang dirilis Selasa. Dari total kasus tersebut, lebih dari setengahnya merupakan pelecehan psikologis.

Data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan serta Badan Anak dan Keluarga menunjukkan peningkatan 5,0 persen atau 10.666 kasus lebih banyak dibandingkan tahun fiskal 2022. Ini menandai kenaikan selama 33 tahun berturut-turut sejak pencatatan kasus dimulai.

Rincian Jenis Pelecehan Anak

Lebih dari 50 persen laporan kasus berasal dari kepolisian, sementara 9,8 persen berasal dari tetangga atau kenalan, 8,5 persen dari keluarga atau kerabat, dan 7,4 persen dari sekolah.

Upaya Pemerintah dalam Menangani Pelecehan Anak

Seorang pejabat dari Badan Anak dan Keluarga menyatakan bahwa pemerintah mengambil laporan ini dengan sangat serius dan berencana memperkuat sistem pusat kesejahteraan anak untuk melindungi nyawa anak-anak.

Pusat kesejahteraan anak memiliki wewenang untuk sementara mengambil hak asuh anak yang mengalami pelecehan, serta melakukan inspeksi terhadap rumah tangga yang diduga melakukan kekerasan. Hingga April 2024, terdapat 234 pusat kesejahteraan anak di seluruh Jepang.

Dengan meningkatnya jumlah kasus pelecehan anak, pusat kesejahteraan anak menghadapi tekanan yang semakin besar. Sebagai bagian dari rencana pencegahan pelecehan anak, pemerintah Jepang berencana menambah jumlah petugas kesejahteraan anak dan psikolog.

Selain itu, data awal mengenai kasus pelecehan anak telah direvisi, karena ditemukan beberapa kasus yang setelah diselidiki tidak dikategorikan sebagai pelecehan. Pemerintah juga akan meninjau kembali data dari tahun fiskal 2021 dan sebelumnya untuk memastikan keakuratannya.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

11 June 2026 - 15:10 WIB

Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030

11 June 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat

11 June 2026 - 10:10 WIB

Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan

10 June 2026 - 18:10 WIB

Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

10 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on News