Menu

Dark Mode
Kereta Shinkansen Tambahan Beroperasi Setelah Penerbangan Dibatalkan Akibat Salju Tebal China Ngamuk! Gara-Gara 1 Pernyataan PM Jepang Soal Taiwan Bahasa Jepang untuk Menyampaikan Ketidaksetujuan Secara Aman Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak Manga The World Is Dancing Karya Kazuto Mihara Resmi Dapat Adaptasi Anime TV, Tayang Musim Panas Ini Jepang untuk Pertama Kalinya Beri Dukungan Pengisian Bahan Bakar Pesawat Militer Korea Selatan, Sinyal Menguatnya Kerja Sama Pertahanan

Bahasa Jepang

Kata Jepang yang Kedengarannya Sama Tapi Maknanya Beda

badge-check


					Kata Jepang yang Kedengarannya Sama Tapi Maknanya Beda Perbesar

Salah satu tantangan terbesar dalam bahasa Jepang adalah banyaknya kata yang pengucapannya sama, tapi maknanya berbeda. Hal ini terjadi karena bahasa Jepang memiliki jumlah bunyi (suara) yang terbatas, sementara jumlah kosakatanya sangat banyak.

Perbedaan makna biasanya ditentukan oleh kanji, konteks, dan situasi pembicaraan. Bagi orang Indonesia yang belajar bahasa Jepang, kata-kata seperti ini sering menimbulkan kebingungan, apalagi saat hanya mendengarnya tanpa melihat tulisannya. Berikut beberapa contoh yang paling sering ditemui dalam kehidupan nyata.


「あう」(au)

会う – bertemu
合う – cocok / sesuai
遭う – mengalami (biasanya hal buruk)

Ketiganya dibaca au, tapi maknanya sangat berbeda. Dalam percakapan, kontekslah yang menentukan apakah seseorang sedang “bertemu”, “cocok”, atau “mengalami sesuatu”.


「かみ」(kami)

– Tuhan / dewa
– kertas
– rambut

Ini contoh klasik yang sering diajarkan, tapi tetap relevan. Tanpa kanji atau konteks, kata kami bisa sangat membingungkan, terutama bagi pendengar baru.


「はし」(hashi)

– jembatan
– sumpit
– ujung

Perbedaannya sering ditentukan oleh intonasi dan konteks kalimat. Orang Jepang langsung paham dari situasi, tapi bagi pembelajar asing, ini sering jadi jebakan.


「なおす」(naosu)

直す – memperbaiki
治す – menyembuhkan

Dalam bahasa Indonesia, “memperbaiki” dan “menyembuhkan” adalah dua hal berbeda, tapi dalam bahasa Jepang bunyinya sama. Perbedaannya baru terlihat jelas saat ditulis.


「とる」(toru)

取る – mengambil
撮る – memotret
採る – memanen / mengumpulkan

Ketiganya sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Tanpa konteks, pendengar harus menebak dari situasi yang sedang dibicarakan.


「きる」(kiru)

着る – memakai (pakaian)
切る – memotong

Walaupun maknanya jauh berbeda, pengucapannya sama. Konteks kalimat menjadi penentu utama.


「あつい」(atsui)

暑い – panas (cuaca)
熱い – panas (benda / suhu)
厚い – tebal

Semua dibaca atsui, tapi dipakai dalam konteks yang sangat berbeda. Ini salah satu kata yang paling sering membingungkan pemula.


「みる」(miru)

見る – melihat
観る – menonton
診る – memeriksa (dokter)

Dalam percakapan sehari-hari, biasanya ditulis dengan kanji paling umum (見る), tapi makna spesifiknya ditentukan oleh konteks.


「かえる」(kaeru)

帰る – pulang
変える – mengubah
替える – mengganti

Ketiganya sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tempat kerja. Salah paham bisa mengubah makna kalimat secara drastis.


「あける」(akeru)

開ける – membuka
空ける – mengosongkan

Dalam percakapan lisan, perbedaannya hanya bisa dipahami dari konteks.


Kenapa Kata seperti Ini Sangat Banyak di Bahasa Jepang?

Bahasa Jepang memiliki jumlah bunyi yang relatif sedikit dibanding jumlah kosakata. Akibatnya, banyak kata berbeda yang akhirnya memiliki pelafalan yang sama. Untuk membedakannya, bahasa Jepang sangat mengandalkan:

  • kanji

  • konteks kalimat

  • situasi pembicaraan

Karena itu, memahami bahasa Jepang tidak bisa hanya mengandalkan pendengaran atau terjemahan satu kata.


Pada akhirnya, kata Jepang yang kedengarannya sama tapi maknanya beda bukanlah kesalahan bahasa, melainkan ciri alami bahasa Jepang. Dengan membiasakan diri melihat konteks dan mengenal kanji dasarnya, kamu akan jauh lebih jarang salah paham dan semakin percaya diri saat menggunakan bahasa Jepang di situasi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bahasa Jepang untuk Menyampaikan Ketidaksetujuan Secara Aman

22 January 2026 - 19:27 WIB

Pria Tewas Setelah Melaporkan Dirinya Ditusuk di Kota Himeji, Jepang Barat

22 January 2026 - 10:10 WIB

Kata Jepang untuk Mengungkapkan Rasa Sungkan

21 January 2026 - 16:01 WIB

Layanan Shinkansen Stasiun Arah Hiroshima – Hakata Sempat Dihentikan Usai Tabrak Orang di Jalur Rel

20 January 2026 - 06:55 WIB

Ungkapan Jepang yang Bikin Kamu Terdengar Lebih Natural

19 January 2026 - 19:10 WIB

Trending on Bahasa Jepang