Menu

Dark Mode
Pokémon Unite Bakal Diadaptasi Jadi Drama Live-Action untuk Rayakan Ulang Tahun ke-5 Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama Hideo Yamamoto, Kreator Homunculus dan Ichi the Killer, Siap Luncurkan Manga Baru Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028 Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah

News

Kementerian Kesehatan Jepang Perketat Pengawasan Prosedur Kosmetik Ilegal

badge-check


					Kementerian Kesehatan Jepang Perketat Pengawasan Prosedur Kosmetik Ilegal Perbesar

Kementerian Kesehatan Jepang meminta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap prosedur operasi plastik menyusul meningkatnya jumlah keluhan. Banyak aduan muncul terkait penjelasan online yang tidak jelas serta penggunaan tenaga kerja yang tidak memiliki lisensi medis.

Berbeda dengan salon kecantikan, operasi plastik termasuk bidang medis yang invasif sehingga hanya boleh dilakukan oleh dokter atau perawat berlisensi. Namun, pada tahun fiskal 2023, jumlah keluhan tercatat lebih dari 5.000 kasus, termasuk praktik ilegal oleh tenaga tidak berkualifikasi dan pasien yang diminta menandatangani kontrak sebelum bertemu dokter.

Sebagian besar prosedur operasi plastik di Jepang tidak ditanggung asuransi kesehatan nasional, sehingga pengawasan administratif jauh lebih terbatas dibanding layanan medis yang diasuransikan. Hal ini membuat pemantauan semakin sulit di tengah meningkatnya permintaan dan risiko kerugian bagi konsumen.

Pusat kesehatan masyarakat juga kerap kekurangan tenaga ahli untuk menilai apakah sebuah tindakan tergolong medis atau tidak. Akibatnya, pelanggaran bisa tidak tercatat, berkas pemeriksaan tidak lengkap, dan praktik mencurigakan kurang mendapat perhatian regulator.

Kementerian telah memberi tahu pemerintah daerah bahwa diagnosis yang hanya dilakukan lewat email atau chat bisa dianggap tidak memadai dan berpotensi melanggar hukum medis Jepang. Selain itu, beberapa klinik tidak menyiapkan atau menyimpan rekam medis dengan benar sesuai aturan. Catatan medis yang tidak lengkap juga dapat digolongkan sebagai pelanggaran hukum.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama

1 July 2026 - 13:32 WIB

Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut

1 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028

30 June 2026 - 11:10 WIB

Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah

30 June 2026 - 10:10 WIB

Tim Samurai Blue Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia, Kebobolan di Menit Akhir 1-2 Lawan Brasil

30 June 2026 - 07:12 WIB

Trending on News