Menu

Dark Mode
PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz One Piece x SpongeBob Kolaborasi dengan McDonald’s, Hadir di Indonesia! Zion Suzuki Pindah ke Aston Villa, Kiper Jepang Kini Main di Premier League Pernyataan Belasungkawa Takaichi untuk Korban Gempa Indonesia Tuai Kritik dari Warganet Jepang Dua WN Vietnam Ditangkap di Osaka, Ubah Sepeda Listrik Jadi Moped Ilegal Bukan Kuda, Tapi Bisa Ditunggangi! Kawasaki Siapkan Robot Corleo untuk Arab Saudi

News

Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel?

badge-check


					Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel? Perbesar

Indonesia kini menjadi pasar utama yang dibidik oleh produsen kendaraan listrik asing, dengan China, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) sebagai pemain utama yang bersaing di Tanah Air. Kendaraan listrik dari ketiga negara ini sudah banyak melintasi jalanan Indonesia, namun masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda.

Hendry Pratama, Head of New Business Department Hyundai Motor Asia Pasific, mengungkapkan perbedaan strategi antarnegara. Menurutnya, pemain dari China cenderung bergerak cepat, meski terkesan “grasak-grusuk,” sedangkan Jepang dikenal lebih teratur dan lambat, namun tetap menghasilkan produk berkualitas. Korsel, melalui Hyundai, berada di tengah, berusaha menghadirkan teknologi dengan kecepatan yang seimbang.

“Kami berusaha tidak terlalu cepat, tapi juga tidak terlalu lambat dalam menghadirkan teknologi baru,” jelas Hendry dalam acara Indonesia-Korea Journalist Network 2024 di Jakarta.

Dalam hal harga, kendaraan listrik dari Korea Selatan juga mengambil posisi menengah, menawarkan teknologi canggih dengan harga lebih terjangkau dibandingkan produsen mobil Eropa atau Jepang.

Hyundai, salah satu pemain utama di Korsel, juga mengembangkan teknologi kendaraan hidrogen sebagai alternatif nikel. Hyundai menjadi perusahaan pertama yang memproduksi mobil hidrogen massal, seperti Nexo, yang telah dijual di pasar Australia, Korea, dan Amerika Serikat, meskipun belum hadir di Indonesia.

Di ASEAN, Indonesia menduduki posisi kedua dalam penetrasi pasar kendaraan listrik, di bawah Thailand, dengan Vietnam di posisi ketiga. Masing-masing negara di ASEAN memiliki dominasi industri yang berbeda, dengan Thailand didominasi oleh produsen dari China, sementara Vietnam lebih fokus pada industri lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

20 August 2026 - 13:10 WIB

Zion Suzuki Pindah ke Aston Villa, Kiper Jepang Kini Main di Premier League

20 August 2026 - 10:10 WIB

Pernyataan Belasungkawa Takaichi untuk Korban Gempa Indonesia Tuai Kritik dari Warganet Jepang

20 August 2026 - 09:46 WIB

Dua WN Vietnam Ditangkap di Osaka, Ubah Sepeda Listrik Jadi Moped Ilegal

19 August 2026 - 13:10 WIB

Bukan Kuda, Tapi Bisa Ditunggangi! Kawasaki Siapkan Robot Corleo untuk Arab Saudi

19 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News