Menu ✖

Dark Mode
Jepang Alokasikan Sekitar 4 Miliar Yen dari Lotre Akhir Tahun untuk Pemulihan Kumamoto Siap Siap Travelers! Jepang Terapkan Sistem Baru “Tax Free” Belanja Turis Mulai 1 November 2026 Menteri Pertanian Jepang Kembalikan Donasi Rp20 Juta yang Diduga Langgar Aturan Pemilu Anime Yona of the Dawn Lanjut ke Sekuel, Pierrot Films Jadi Studio Animasi Ular Tak Berbisa Ditemukan di Pesawat Jepang, Penerbangan Terpaksa Dibatalkan ZIPAIR Buka Rute Baru Tokyo–Kuala Lumpur, Layani Penerbangan Setiap Hari

News

Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel?

badge-check


					Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel? Perbesar

Indonesia kini menjadi pasar utama yang dibidik oleh produsen kendaraan listrik asing, dengan China, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) sebagai pemain utama yang bersaing di Tanah Air. Kendaraan listrik dari ketiga negara ini sudah banyak melintasi jalanan Indonesia, namun masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda.

Hendry Pratama, Head of New Business Department Hyundai Motor Asia Pasific, mengungkapkan perbedaan strategi antarnegara. Menurutnya, pemain dari China cenderung bergerak cepat, meski terkesan “grasak-grusuk,” sedangkan Jepang dikenal lebih teratur dan lambat, namun tetap menghasilkan produk berkualitas. Korsel, melalui Hyundai, berada di tengah, berusaha menghadirkan teknologi dengan kecepatan yang seimbang.

“Kami berusaha tidak terlalu cepat, tapi juga tidak terlalu lambat dalam menghadirkan teknologi baru,” jelas Hendry dalam acara Indonesia-Korea Journalist Network 2024 di Jakarta.

Dalam hal harga, kendaraan listrik dari Korea Selatan juga mengambil posisi menengah, menawarkan teknologi canggih dengan harga lebih terjangkau dibandingkan produsen mobil Eropa atau Jepang.

Hyundai, salah satu pemain utama di Korsel, juga mengembangkan teknologi kendaraan hidrogen sebagai alternatif nikel. Hyundai menjadi perusahaan pertama yang memproduksi mobil hidrogen massal, seperti Nexo, yang telah dijual di pasar Australia, Korea, dan Amerika Serikat, meskipun belum hadir di Indonesia.

Di ASEAN, Indonesia menduduki posisi kedua dalam penetrasi pasar kendaraan listrik, di bawah Thailand, dengan Vietnam di posisi ketiga. Masing-masing negara di ASEAN memiliki dominasi industri yang berbeda, dengan Thailand didominasi oleh produsen dari China, sementara Vietnam lebih fokus pada industri lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Alokasikan Sekitar 4 Miliar Yen dari Lotre Akhir Tahun untuk Pemulihan Kumamoto

22 October 2026 - 12:10 WIB

Siap Siap Travelers! Jepang Terapkan Sistem Baru “Tax Free” Belanja Turis Mulai 1 November 2026

22 October 2026 - 10:10 WIB

Menteri Pertanian Jepang Kembalikan Donasi Rp20 Juta yang Diduga Langgar Aturan Pemilu

22 October 2026 - 10:10 WIB

Ular Tak Berbisa Ditemukan di Pesawat Jepang, Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

21 October 2026 - 18:10 WIB

ZIPAIR Buka Rute Baru Tokyo–Kuala Lumpur, Layani Penerbangan Setiap Hari

21 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News