Menu ✖

Dark Mode
Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028 Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah Anime ‘Obocchama-kun Reborn’ Akan Tayang di Jepang pada 2027

News

Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel?

badge-check


					Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel? Perbesar

Indonesia kini menjadi pasar utama yang dibidik oleh produsen kendaraan listrik asing, dengan China, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) sebagai pemain utama yang bersaing di Tanah Air. Kendaraan listrik dari ketiga negara ini sudah banyak melintasi jalanan Indonesia, namun masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda.

Hendry Pratama, Head of New Business Department Hyundai Motor Asia Pasific, mengungkapkan perbedaan strategi antarnegara. Menurutnya, pemain dari China cenderung bergerak cepat, meski terkesan “grasak-grusuk,” sedangkan Jepang dikenal lebih teratur dan lambat, namun tetap menghasilkan produk berkualitas. Korsel, melalui Hyundai, berada di tengah, berusaha menghadirkan teknologi dengan kecepatan yang seimbang.

“Kami berusaha tidak terlalu cepat, tapi juga tidak terlalu lambat dalam menghadirkan teknologi baru,” jelas Hendry dalam acara Indonesia-Korea Journalist Network 2024 di Jakarta.

Dalam hal harga, kendaraan listrik dari Korea Selatan juga mengambil posisi menengah, menawarkan teknologi canggih dengan harga lebih terjangkau dibandingkan produsen mobil Eropa atau Jepang.

Hyundai, salah satu pemain utama di Korsel, juga mengembangkan teknologi kendaraan hidrogen sebagai alternatif nikel. Hyundai menjadi perusahaan pertama yang memproduksi mobil hidrogen massal, seperti Nexo, yang telah dijual di pasar Australia, Korea, dan Amerika Serikat, meskipun belum hadir di Indonesia.

Di ASEAN, Indonesia menduduki posisi kedua dalam penetrasi pasar kendaraan listrik, di bawah Thailand, dengan Vietnam di posisi ketiga. Masing-masing negara di ASEAN memiliki dominasi industri yang berbeda, dengan Thailand didominasi oleh produsen dari China, sementara Vietnam lebih fokus pada industri lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028

8 October 2026 - 07:14 WIB

Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

6 October 2026 - 16:10 WIB

Trending on News